Jumlah korban tewas akibat banjir yang melanda Thailand sejak pertengahan September 2026 bertambah menjadi 31 orang. Otoritas setempat pada Senin (5/10/2026) memperingatkan potensi hujan lebat dan banjir bandang susulan, terutama di kawasan dataran rendah.
Korban dan wilayah terdampak banjir Thailand
Menurut laporan Reuters yang dikutip Kompas.com, Kementerian Dalam Negeri Thailand menyampaikan angka terbaru itu pada Senin. Banjir tersebut terjadi sejak 16 September.
Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana Thailand melaporkan banjir masih berlangsung di Bangkok dan 27 provinsi lainnya. Sekitar 3,26 juta orang terdampak, dengan empat korban meninggal tercatat di Bangkok.
Angka berbeda disampaikan dalam kutipan Liputan6 dari Channel News Asia. Menurut media itu, lebih dari 3,5 juta orang masih terdampak hingga Senin, dan korban meninggal tersebar di delapan provinsi.
Kompas menyebut hujan deras dan aliran air dari wilayah utara sebagai penyebab utama meluasnya banjir. Meski permukaan air di sejumlah daerah mulai turun, pemerintah belum mencabut peringatan banjir.
Peringatan hujan lebat dan banjir bandang
Departemen Meteorologi Thailand memprakirakan wilayah utara akan dilanda badai petir, angin kencang, dan hujan lebat sejak Senin sampai Rabu (7/10/2026). Situasi itu menaikkan risiko banjir bandang.
Pada akhir pekan, hujan sangat lebat juga diprakirakan turun di kawasan tengah, timur, dan selatan, termasuk Bangkok.
Seperti dilaporkan Bangkok Post, pemerintah masih menerbitkan peringatan banjir bagi provinsi di sepanjang Sungai Chao Phraya, serta Phetchaburi, Chachoengsao, dan beberapa daerah selatan. Wakil juru bicara pemerintah, Lalida Persvivatana, menyebut pada Minggu bahwa air di aliran Sungai Mae Klong dan Chao Phraya mulai surut, namun air hujan yang menumpuk masih berisiko memicu banjir.
Phetchaburi menghadapi ancaman tambahan dari pelepasan air Bendungan Kaeng Krachan. Di Provinsi Chai Nat, Bendungan Chao Phraya pada Minggu melepaskan air sekitar 2.500 meter kubik tiap detik.
Kondisi Bangkok dan langkah pemerintah
Beberapa kawasan Bangkok terendam pekan lalu seusai hujan deras berhari-hari. Ribuan warga mengungsi dan kegiatan di kota terganggu parah.
Situasi ibu kota kini sebagian besar membaik, meski genangan masih tersisa di kawasan rendah. Otoritas Bangkok menambah daya tampung kanal utama dengan mengalirkan lebih banyak airnya, serta menempatkan pompa tambahan di daerah rawan.
Untuk pemulihan setelah banjir, kabinet Thailand pekan lalu menyetujui dana darurat lebih dari 4,1 miliar baht. Liputan6 menyebut nilainya setara sekitar USD 122 juta. Warga di sekitar Sungai Chao Phraya diminta terus mengikuti pengumuman resmi.
Wilayah yang perlu diwaspadai berikutnya
Menurut Kompas, Phetchaburi dan Prachuap Khiri Khan diprakirakan kembali diguyur hujan pada akhir pekan berikutnya. Curah hujan yang meningkat pada Sabtu juga berpotensi menaikkan risiko banjir di wilayah selatan Thailand dan Chachoengsao, provinsi di sebelah timur Bangkok.
Dengan prakiraan cuaca tersebut, otoritas meminta masyarakat tetap waspada. Perkembangan jumlah korban dan warga terdampak masih bisa berubah seiring pembaruan data dari instansi terkait.



