Meta memperkenalkan Muse Charm, perangkat kecerdasan buatan (AI) berukuran mungil yang sekilas menyerupai Tamagotchi, dalam ajang Meta Connect 2026 pada Rabu (23/9/2026) waktu setempat. Perangkat itu diperkenalkan langsung oleh CEO Meta, Mark Zuckerberg, di Menlo Park, California.
Muse Charm dirancang sebagai wadah fisik bagi Muse, personal AI agent terbaru Meta. Penggunanya bisa berbicara dengan AI tersebut tanpa mengambil ponsel, komputer, atau kacamata pintar.
Apa itu Muse Charm dan cara kerjanya
Menurut detikInet, ukuran Muse Charm kira-kira sebesar casing AirPods atau jam saku. Perangkat ini bisa dimasukkan ke kantong atau digantung seperti gantungan kunci. CNN Indonesia menyebut perangkat itu juga bisa dijadikan gantungan tas.
Dari sisi perangkat keras, CNN Indonesia melaporkan Muse Charm memakai layar OLED sekitar 2 inci, speaker, mikrofon, dan port USB-C. Koneksi 5G digunakan untuk menghubungkannya dengan Muse AI. Adapun detikInet menyebut, berdasarkan laporan awal, layarnya berupa layar sentuh sekitar 2 inci dengan 5G bawaan sehingga dapat berfungsi sebagai perangkat AI mandiri.
Pengguna mengaktifkannya lewat sensor sidik jari. Setelah disentuh, avatar Muse muncul di layar dan percakapan suara bisa langsung dimulai secara real-time. Karakter di layar itu, menurut CNN Indonesia, dapat dikustomisasi sesuai preferensi pengguna.
“Kami memasukkan seluruh pengalaman Muse, termasuk sistem suara real-time dan avatar, ke dalam perangkat yang cukup kecil untuk digantung di keychain dan selalu siap diajak bicara”
— Mark Zuckerberg, CEO Meta
Berbeda dari Tamagotchi era 1990-an, karakter di Muse Charm bukan hewan digital yang harus dirawat. Karakter itu adalah antarmuka AI yang bisa diajak bicara dan diminta mengerjakan sesuatu.
Muse sebagai personal AI agent
Meta memosisikan Muse bukan sekadar chatbot penjawab pertanyaan. Menurut detikInet dan iNews.id, Muse dapat mengirim email, mengatur perjalanan, dan berbelanja lewat layanan yang telah dihubungkan pengguna. iNews.id menambahkan kemampuan mengisi formulir dan menggunakan browser.
iNews.id menulis, tugas yang memakan waktu panjang tetap dikerjakan Muse walau pengguna sudah keluar dari aplikasi. Untuk langkah sensitif, misalnya kirim email atau pembelian, sistem bisa lebih dulu meminta izin pengguna.
Baca jugaOpenAI Luncurkan GPT-6 Sol dan Luna, Perluas Keluarga Model dengan Harga Lebih Murah
Menurut detikInet, agent Muse berjalan di Muse Secure VM, sebuah komputer virtual yang juga menjadi tempat data pengguna disimpan. Di Meta Connect 2026, layanan yang terhubung dengan Muse bertambah, mencakup Walmart, Best Buy, PayPal, Shopify, GitHub, Notion, dan Box. Muse juga akan diberi alamat email tersendiri untuk keperluan menuntaskan tugas.
Strategi Meta membawa AI keluar dari ponsel
Menurut detikInet, Muse Charm memperlihatkan upaya Meta membawa AI keluar dari aplikasi ponsel pintar. Muse juga dihadirkan di kacamata AI, sehingga pemakainya dapat bertanya soal benda yang tengah mereka lihat. Sebelumnya, Meta sudah agresif lewat kacamata pintar Ray-Ban Meta.
CNN Indonesia mengaitkan daya tarik Muse Charm dengan fungsinya sebagai aksesori. Tren gantungan tas di kalangan Generasi Z menguat sejak era Labubu, dan sebuah perusahaan analis memperkirakan pasar gantungan tas global tumbuh hingga lebih dari US$1 miliar pada 2030. Media itu juga menyebut kebangkitan teknologi retro, seperti kamera digital dan iPod, di tengah kejenuhan anak muda terhadap algoritma media sosial.
Harga dan ketersediaan belum jelas
Meta belum mengumumkan harga Muse Charm ataupun negara yang akan memasarkannya. detikInet menyebut ketersediaan di Indonesia belum diketahui. CNN Indonesia menulis perangkat ini masih dalam proses pengembangan dan Meta baru menyebut rencana pemasaran pada Desember.
Sejumlah laporan yang dikutip detikInet menyebut Desember 2026 sebagai target pengiriman. Meta sendiri, menurut media itu, baru memastikan informasi lebih lengkap akan diumumkan sebelum akhir tahun.


