Jumlah korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, tercatat 287 orang hingga Rabu (23/9/2026) malam. Para korban terdiri atas siswa dan orang tua murid yang kini ditangani di sejumlah fasilitas kesehatan.

Data tersebut disampaikan Wakil Bupati Batang Suyono, yang juga menjabat Kepala Satgas MBG Kabupaten Batang. Dalam pendataan sementara yang ia sebutkan, jumlah korban masih dapat bertambah karena korban terus berdatangan ke fasilitas kesehatan.

Kronologi dugaan keracunan MBG di Bawang

Menurut Tribunnews, makanan MBG dibagikan kepada penerima manfaat pada Selasa (22/9/2026). Para siswa menyantap makanan yang diterima dari sekolah sekitar pukul 11.00 WIB.

Keluhan baru muncul beberapa jam kemudian. Sejumlah warga merasakan mual hingga pusing pada Selasa sore sampai malam. iNews melaporkan gejala yang dikeluhkan meliputi mual, muntah, dan pusing.

Menu yang dibagikan terdiri dari nasi, telur bolognaise, mix sayur, tahu mendoan, dan anggur. Sebagian anak membawa pulang makanan itu, sehingga sejumlah orang tua turut mengalami keluhan setelah menyantap sisanya.

Korban dirawat di beberapa fasilitas kesehatan

iNews melaporkan korban ditangani di Puskesmas Bawang, Rumah Sakit Limpung, Puskesmas Subah, dan RSUD Batang. Mereka berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai TK, SD, MI, SMP, hingga SMA.

Tribunjateng memantau sejumlah ambulans mulai tiba di RSUD Batang sekitar pukul 19.13 WIB pada Rabu malam.

Update hingga pukul 20.00 WIB, ada 287 korban. Terdiri dari siswa TK, SD, SMP, SMA dan pondok pesantren,

Suyono, Wakil Bupati Batang

Angka korban dalam dua sumber tidak seragam. iNews memuat tiga angka: 287 orang dalam pembaruan Suyono pukul 20.00 WIB, serta 267 orang dalam pendataan sementara. Tribunnews mencatat 276 orang pada sekitar pukul 21.04 WIB. Angka-angka itu berasal dari sumber dan waktu pendataan yang berbeda, dan selisihnya tidak dijelaskan dalam kedua sumber.

Penyebab belum dipastikan

Suyono menyebut korban merupakan penerima manfaat MBG yang dipasok dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang. Total penerima manfaat dari dapur tersebut 2.700 orang, dan ia belum bisa memastikan berapa yang terdampak.

Total penerima manfaat MBG dari SPPG Bawang ini ada 2.700 orang. Tapi, apakah semuanya kena (keracunan) atau tidak, masih kita tunggu perkembangannya,

Suyono, Wakil Bupati Batang dan Kepala Satgas MBG Kabupaten Batang

Sampel makanan telah dikumpulkan dan akan diperiksa melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Batang. Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk mengetahui kemungkinan kontaminasi atau faktor lain.

Sebagian warga menyebut telur sebagai salah satu makanan yang mereka santap. Namun, menurut Tribunnews, pemerintah belum memastikan menu tertentu, termasuk telur, sebagai penyebab dugaan keracunan.

Pemerintah daerah, kata Suyono, masih berkoordinasi dengan pengelola SPPG Bawang untuk menelusuri penyebab kejadian.