Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menyatakan situasi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Merauke, Papua Selatan, telah terkendali setelah terjadi kebakaran pada Jumat (9/10). Sejumlah narapidana yang sempat kabur disebut sudah ditangkap dan dikembalikan ke lapas.
Apa yang terjadi di Lapas Merauke
Menurut VIVA, insiden itu diduga berawal dari razia telepon genggam yang dilakukan petugas. Razia tersebut disebut memicu perselisihan antara petugas dan warga binaan, sehingga suasana di dalam lapas memanas dan terjadi kebakaran.
Setelah menerima laporan, polisi segera datang ke lokasi untuk mengamankan situasi. Peristiwa ini oleh VIVA disebut sebagai kerusuhan yang berujung kebakaran di lapas tersebut.
Dugaan penyebab menurut Polres Merauke
Kapolres Merauke, AKBP Leonardo Yoga, mengatakan api berasal dari dalam lapas dan kemungkinan besar disebabkan oleh warga binaan. Keterangan itu dikutip CNN Indonesia dari detik.com.
Leonardo menyebut pihaknya masih menyelidiki peristiwa tersebut. Berdasarkan informasi awal, dugaan pembakaran dipicu perselisihan antara petugas dan warga binaan. Karena penyelidikan masih berjalan, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan dan statusnya masih sebatas dugaan.
Pernyataan Kemenimipas soal kondisi terkini
Inspektur Jenderal Kemenimipas, Komjen Pol Rudi Setiawan, menyampaikan perkembangan itu di Jakarta, Jumat (9/10), seusai Rapat Koordinasi Tingkat Menteri di Trinity Tower, Jakarta Selatan. Rapat tersebut melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Polri dan Kejaksaan Agung.
“Kondisi sudah terkendali. Itu yang paling utama.”
— Komjen Pol Rudi Setiawan, Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan
Rudi menjelaskan bahwa api telah dipadamkan. Ia juga menyebut kondisi di dalam Lapas Kelas IIB Merauke sudah kembali normal. Menurut VIVA, penanganan kebakaran dan pengamanan warga binaan menjadi prioritas setelah insiden.
“Narapidana yang keluar itu sudah ada beberapa yang ditangkap dan dimasukkan kembali, dan kehidupan di lapas tersebut sudah kembali dengan normal”
— Komjen Pol Rudi Setiawan, Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan
Napi kabur dan peran kepolisian
Rudi sendiri hanya menyebut sudah ada beberapa napi yang ditangkap. Adapun angka 33 berasal dari detik.com yang dikutip CNN Indonesia: sebanyak 33 warga binaan disebut berhasil ditangkap setelah kabur saat lapas diduga dibakar seusai razia handphone. Angka pastinya perlu menunggu keterangan resmi lebih lanjut.
VIVA melaporkan kepolisian turut membantu menangkap kembali napi yang kabur. Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, menyatakan Polri membantu penanganan insiden ini.
Apa selanjutnya
Penyelidikan oleh Polres Merauke masih berlangsung untuk memastikan latar belakang dan penyebab kebakaran. Sumber yang tersedia belum menjelaskan jumlah keseluruhan napi yang kabur, ada tidaknya korban, maupun besarnya kerusakan bangunan. Informasi tersebut baru dapat dikonfirmasi setelah ada keterangan resmi dari Kemenimipas dan kepolisian.



