I Gede Selamet (21), sopir truk asal Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem, Bali, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Ngoerah, Denpasar, Jumat (25/9/2026). Ia sekitar sepekan dirawat setelah dibakar oleh bosnya sendiri pada Jumat (18/9).
Kabar duka dari kepala desa
Kepala Desa Muncan, I Wayan Tunas, mengatakan bahwa ia menerima kabar kematian Selamet sekitar pukul 08.30 Wita. Keterangan itu dikutip CNN Indonesia dan detikNews dari laporan detikBali.
“Nggih benar, tadi sekitar pukul 08.30 Wita saya dapat kabar jika Gede Selamet meninggal dunia”
— I Wayan Tunas, Kepala Desa Muncan
Menurut CNN Indonesia, Selamet mengembuskan napas terakhir saat masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit tersebut. Media itu juga menulis bahwa kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.
Kronologi dan status tersangka
Kedua media menyebut peristiwa terjadi pada Jumat (18/9). Pelaku adalah bos korban, I Putu Cahyadi Putra (37). Pemicunya, menurut pemberitaan tersebut, adalah persoalan uang setoran.
Detik News menulis bahwa uang setoran itu belum dibayarkan korban kepada pelaku. CNN Indonesia melaporkan, pelaku diduga membakar Selamet di dalam kamar setelah keduanya cekcok.
Saat kejadian, korban sempat berlari keluar dengan tubuh terbakar sambil berteriak meminta tolong. Luka bakar yang dialaminya mencapai sekitar 68 persen dari tubuhnya, dan ia berjuang melawannya sejak hari kejadian.
Polisi disebut langsung menangkap Putu Cahyadi tidak lama setelah kejadian. Ia diamankan di Polsek Selat, dimintai keterangan, lalu ditetapkan sebagai tersangka. Kedua sumber belum memuat tanggapan tersangka maupun penjelasan lanjutan soal proses hukumnya.
Biaya perawatan dan bantuan
Keluarga korban sebelumnya harus mengupayakan biaya pengobatan yang terus naik. CNN Indonesia menulis, karena Selamet merupakan korban tindak kriminal, biaya perawatannya tidak dapat ditanggung BPJS Kesehatan.
Hingga Kamis (24/9), tagihan medis di RSUP Prof Ngoerah tercatat Rp88 juta. Untuk meringankan beban itu, keluarga mengandalkan donasi dari relawan dan masyarakat umum, yang sejauh ini baru terkumpul sekitar Rp 35 juta.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dilaporkan turut memberi bantuan Rp25 juta. Dana itu, menurut CNN Indonesia, ditransfer langsung ke rekening RSUP Prof Ngoerah untuk membantu biaya perawatan korban.
Rencana pemulangan jenazah
Tunas menyebut keluarga masih bermusyawarah soal pemulangan jenazah ke kampung halaman. Sebabnya, rangkaian upacara keagamaan sedang berlangsung di Desa Muncan.
“Kemungkinan setelah purnama baru dibawa pulang jenazahnya, tetapi masih menunggu keputusan dari pihak keluarga juga. Nanti saya info lagi kepastiannya”
— I Wayan Tunas, Kepala Desa Muncan
Detik News menyebut jenazah masih berada di rumah sakit dan direncanakan diserahkan kepada keluarga pada Sabtu (26/9). Waktu tiba di kampung halaman masih menunggu keputusan keluarga.

