Sebuah pesawat tempur F-16 Fighting Falcon milik Angkatan Udara Amerika Serikat jatuh di dekat Pangkalan Udara Spangdahlem, Jerman bagian barat, pada Selasa (22/9/2026). Pilot pesawat berhasil melontarkan diri sebelum pesawat menghantam tanah dan mengalami cedera, lalu dibawa untuk mendapat perawatan medis, menurut otoritas militer AS.
Pangkalan Udara Spangdahlem di negara bagian Rheinland-Pfalz mengonfirmasi bahwa pesawat nahas itu merupakan bagian dari Sayap Tempur ke-52 atau 52nd Fighter Wing, unit yang mengoperasikan armada F-16 di kawasan Eropa. Kantor berita Jerman DPA turut melaporkan kejadian tersebut dan menyebutnya mengakibatkan satu orang cedera, senada dengan keterangan militer AS soal kondisi pilot.
Kronologi kejadian
“Pesawat tempur F-16 Fighting Falcon milik Angkatan Udara AS yang ditugaskan pada satuan '52nd Fighter Wing' jatuh di Pangkalan Udara Spangdahlem saat akan mendarat sekira pukul 14:30 pada 22 September”
— Pernyataan resmi Pangkalan Udara Spangdahlem
Ada perbedaan rincian antarsumber soal jumlah pesawat yang ikut serta dalam sesi terbang itu. Okezone, mengutip RT dan otoritas lalu lintas udara Jerman, menyebut total ada empat unit F-16 dalam latihan tersebut. Separuh dari jumlah itu tetap berada di area latihan, sedangkan dua unit lainnya mengarah pulang ke Spangdahlem; salah satunya diduga jatuh ketika hendak mendekati landasan, sementara satu pesawat sisanya berhasil mendarat di Pangkalan Udara Ramstein.
Sementara itu, VIVA dan JPNN yang mengutip kantor berita Antara melaporkan versi berbeda: pesawat nahas itu jatuh ketika baru kembali ke pangkalan setelah menuntaskan sesi latihan terbang bersama tiga unit F-16 lain, dan ketiga unit pendamping itu selanjutnya dialihkan untuk mendarat di Ramstein.
Kondisi lokasi dan status penyelidikan
Okezone melaporkan bahwa rekaman video dari lokasi kejadian menangkap gambar asap hitam pekat yang membumbung tinggi tak jauh dari area pangkalan, bersamaan dengan kedatangan petugas darurat ke lokasi. Militer AS menyatakan penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan.
Latar belakang Pangkalan Spangdahlem
Spangdahlem menjadi markas bagi Sayap Tempur ke-52 Angkatan Udara AS dan termasuk salah satu instalasi militer utama Washington di Jerman. Unit ini bertugas mengoperasikan armada F-16 sekaligus menopang berbagai misi AS dan NATO, baik di kawasan Eropa maupun di luar kawasan tersebut. Okezone, mengutip AP, mencatat bahwa jumlah personel militer AS yang bertugas di pangkalan itu, ditambah anggota keluarga mereka, mencapai kisaran lima ribu orang.
Okezone juga mencatat bahwa pesawat F-16 dari Spangdahlem sebelumnya ikut dikerahkan dalam penambahan kekuatan militer AS di seputar wilayah Iran. Unit pesawat dari Skuadron Tempur ke-480 yang bermarkas di pangkalan itu diberangkatkan menuju Timur Tengah pada Juli lalu, bertepatan dengan kembali dilancarkannya serangan Washington ke sasaran-sasaran di Iran setelah upaya gencatan senjata sementara tidak berhasil dipertahankan.
Hingga berita ini ditulis, militer AS belum mengumumkan hasil awal penyelidikan atas insiden jatuhnya pesawat tempur tersebut, dan belum ada pembaruan lebih lanjut mengenai kondisi terkini pilot yang cedera.



