Sebuah pesawat kecil milik maskapai Tracep Congo Aviation jatuh menimpa kawasan permukiman di dekat Kenge, Provinsi Kwango, Republik Demokratik (RD) Kongo, pada Jumat (25/9). Kecelakaan itu menewaskan 17 orang, termasuk dua perwira tinggi kehakiman militer negara tersebut.

Menurut laporan kantor berita AFP yang dikutip detikNews, pesawat yang membawa delegasi pejabat kehakiman militer itu jatuh sekitar pukul 13.00 GMT atau 20.00 WIB. Lokasi kejadian berada di wilayah barat daya RD Kongo, lebih dari 200 kilometer dari ibu kota Kinshasa.

Kronologi kecelakaan pesawat di Kenge

CNBC Indonesia, mengutip Al Jazeera, melaporkan pesawat carteran kecil itu terbang dari Kikwit menuju Kinshasa. Di tengah perjalanan, pesawat disebut mengalami kerusakan teknis parah dan awak berupaya melakukan pendaratan darurat.

“Karena tidak ada landasan pacu yang tersedia di Kenge, pesawat itu akhirnya menabrak kompleks pemukiman warga,”

— Remy Saki Bokinda, Wakil Gubernur Provinsi Kwango

Pesawat dilaporkan langsung meledak dan terbakar setelah menghantam tanah. Kementerian Transportasi menyebut pesawat yang terlibat adalah pesawat ringan Let 410 UVP.

Jumlah korban tewas direvisi naik

Pemerintah setempat semula melaporkan 13 korban tewas. Angka itu naik setelah tim evakuasi memadamkan api dan menyisir bangkai pesawat pada Sabtu (26/9).

“Kami menemukan 16 jenazah orang dewasa dan satu jenazah bayi, sehingga totalnya menjadi 17 orang,”

— Remy Saki Bokinda, Wakil Gubernur Provinsi Kwango

Rincian korban dalam pemberitaan kedua media berbeda cara pengelompokannya. Mengutip pernyataan Kementerian Transportasi, detikNews menulis bahwa kecelakaan itu menewaskan 13 penumpang dan empat awak pesawat.

Dua pejabat tinggi militer ikut menjadi korban

Militer RD Kongo mengonfirmasi bahwa dua letnan jenderal yang sedang bertugas resmi ikut tewas. Mereka adalah Joseph Mutombo dan Lucien-Rene Likulia.

CNBC Indonesia menyebut Mutombo sebagai Presiden Pertama Mahkamah Militer Tinggi dan Likulia sebagai Jaksa Agung Militer. Adapun detikNews menuliskan jabatan keduanya sebagai kepala pengadilan tinggi militer dan auditor jenderal angkatan bersenjata.

Menurut detikNews, Likulia diangkat oleh Presiden Felix Tshisekedi. Pada September 2025, ia bertindak sebagai penuntut dalam perkara mantan Presiden Joseph Kabila. Kabila tidak hadir di ruang sidang, dan pengadilan menjatuhkan hukuman mati kepadanya atas pengkhianatan serta kejahatan perang.

Penyelidikan dan pembekuan izin maskapai

Kantor kepresidenan RD Kongo menyatakan Presiden Tshisekedi telah memerintahkan lembaga terkait membentuk tim investigasi independen untuk menelusuri penyebab kecelakaan. Presiden juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan aparat keamanan.

Selain itu, izin operasional Tracep Congo Aviation dibekukan di seluruh negeri oleh Kementerian Perhubungan. Pembekuan berlaku sampai Biro Tetap Investigasi Kecelakaan dan Insiden Penerbangan menyelesaikan penyelidikannya.

Latar: transportasi udara dan situasi keamanan

Menurut detikNews, angkutan udara sangat berarti bagi negara yang begitu luas itu karena jalan darat sering rusak. Meski demikian, terbang juga berisiko sebab kondisi banyak bandara dan alat navigasinya tidak lebih baik.

CNBC Indonesia menambahkan bahwa RD Kongo telah lama dilanda konflik bersenjata, terutama di wilayah timur. Sejak tahun lalu, militer pemerintah disebut masih bertempur melawan sejumlah faksi bersenjata yang menguasai beberapa kota strategis.