Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto lewat sambungan telepon. Keduanya membahas hubungan bilateral, dengan penekanan pada kerja sama perdagangan dan industri pertahanan.

Informasi itu disampaikan lewat akun X resmi kepresidenan Turki. CNN Indonesia menyebut telepon berlangsung pada Senin (28/9), sedangkan detikNews menulis pernyataan Turki itu disampaikan pada Selasa (29/9/2026).

Isi pembicaraan Erdogan dan Prabowo

Menurut unggahan Direktorat Komunikasi Turki di X, kedua pemimpin membahas hubungan bilateral kedua negara. Selain itu, mereka bertukar pikiran mengenai persoalan di tingkat kawasan hingga dunia.

“Para pemimpin membahas hubungan bilateral Turki-Indonesia serta isu-isu regional dan global”

— Pernyataan resmi Direktorat Komunikasi Republik Turki

Erdogan menyatakan puas atas solidaritas kedua negara di platform internasional. Ia menilai bahwa menjaga solidaritas itu akan menguntungkan Turki maupun Indonesia.

Ia juga menegaskan pentingnya meningkatkan kerja sama di banyak bidang. Dua bidang yang disorot secara khusus adalah perdagangan dan industri pertahanan.

Dalam pernyataan tersebut, pihak Turki menyebut akan terus mengambil langkah untuk mewujudkan tujuan itu. Detikcom menulis bahwa Erdogan bertekad memperkuat kerja sama kedua negara di dua bidang tersebut.

Baca jugaMenlu Sugiono di Sidang Umum PBB: Indonesia Calonkan Diri ke DK PBB, Serukan Penegakan Hukum Internasional

Undangan ke KTT COP31 di Antalya

Di sela pembicaraan itu, Erdogan mengundang Prabowo untuk hadir di KTT Pemimpin COP31. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung di Antalya, Turki, pada November.

Menurut CNN Indonesia, forum COP berfokus pada upaya menekan emisi karbon. Agenda lainnya mencakup dorongan target pasokan listrik global dan persiapan infrastruktur menghadapi bencana.

Sumber yang tersedia tidak merinci pemimpin negara lain yang turut diundang ke KTT tersebut. Tidak dijelaskan pula jadwal acara secara rinci selain bahwa forum itu digelar pada November di Antalya.

Perbedaan keterangan dan yang belum diketahui

Kedua media merujuk pernyataan resmi pihak Turki di platform X. Keduanya sedikit berbeda soal waktu: CNN Indonesia menulis telepon terjadi pada Senin (28/9), sementara detikNews mengaitkan tanggal Selasa (29/9/2026) dengan penyampaian pernyataan kantor kepresidenan Turki.

Dalam sumber yang tersedia, belum ada keterangan resmi dari pihak Indonesia mengenai isi pembicaraan. Belum diketahui pula apakah Prabowo akan menghadiri KTT di Antalya itu.

Bentuk konkret kerja sama perdagangan dan pertahanan yang dimaksud Erdogan juga belum dijelaskan. Pernyataan Turki hanya menyebut kedua bidang itu sebagai prioritas peningkatan kerja sama, tanpa menyebut proyek, nilai, atau jadwal tertentu.

Sorotisu akan memperbarui berita ini apabila Istana atau Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan keterangan resmi terkait percakapan telepon kedua kepala negara tersebut.