Sebanyak 105 siswa dan delapan guru SMAN 1 Rembang, Jawa Tengah, mengalami diare dan mual setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (24/9/2026). Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium, sementara Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan operasional dapur penyedia menu.
Kronologi dugaan keracunan MBG di SMAN 1 Rembang
Menurut Kepala SMAN 1 Rembang Endang Sri Lestari, jumlah yang terdampak adalah 105 murid dan delapan guru, sedangkan tenaga kependidikan tidak ada yang terdampak. Keterangan itu ia sampaikan pada Jumat malam, sebagaimana dilansir detikJateng.
Menu MBG pada Kamis (24/9) terdiri dari nasi, bakwan jagung, dan pentol bumbu Bali. Kepala Dinkes Rembang Ali Syofi’i mengaku menerima laporan tentang seratusan siswa yang mulas dan diare pada Jumat (25/9/2026), lalu langsung menerjunkan tim ke sekolah dan berkoordinasi dengan puskesmas setempat.
Ali menyebut gangguan kesehatan yang dialami tergolong sangat ringan, umumnya nyeri perut dan mulas. Karena itu, menurut dia, tidak ada siswa yang perlu mendapat perawatan medis. Tim Dinkes tetap mendampingi dan memantau para siswa serta guru yang bergejala.
Dinkes belum simpulkan keracunan, sampel diuji di labkesda
Dalam wawancara pada 26/9/2026, Ali menegaskan lembaganya belum menetapkan kejadian tersebut sebagai keracunan.
“Kami dari Dinas Kesehatan belum menyimpulkan bahwa itu adalah sebuah keracunan”
— Ali Syofi’i, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang
Sampel menu MBG yang disajikan Kamis sudah diambil. Dinkes berencana mengirimkannya ke labkesda pada Senin (28/9/2026). Sambil menunggu hasil, Dinkes menyebut dugaan sementara mengarah pada pentol bakso yang diberi bumbu atau saus.
Ali menduga rasa pedas membuat sebagian siswa yang tidak tahan pedas mengalami sakit perut. Ia menambahkan bahwa hal itu masih dugaan dan Dinkes menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebabnya.
Penyebutan peristiwa ini berbeda antarsumber. Republika mengutip Dinkes yang belum menyebutnya keracunan, sedangkan detikNews menulis para siswa dan guru keracunan menu MBG. Penyebab pasti belum diumumkan.
BGN suspend berat SPPG Magersari 2 dan copot kepala dapur
BGN mencopot kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani sekolah tersebut. Operasional SPPG Magersari 2 dihentikan. Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana menyampaikan hal itu kepada detikcom pada 26/9/2026.
“Untuk sementara kita sudah berlakukan suspend berat selama 30 hari ke depan kalau recovery dan perbaikan tidak jalan maka tidak menutup kemungkinan kita lakukan penutupan permanen”
— Ketut Sumedana, Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN
Ketut mengaku prihatin. Menurut dia, BGN sudah berupaya mencegah sejak dini, tetapi masih ada SOP yang dilanggar. Selagi menunggu hasil laboratorium dari Dinkes, tim BGN menginvestigasi standar dan kelayakan dapur, termasuk personel di dalamnya.
Ia juga menyatakan BGN tidak segan bertindak tegas terhadap operasional dapur maupun pelaksana di lapangan demi keselamatan dan kesehatan penerima manfaat.
Apa selanjutnya
Penyebab pasti gangguan kesehatan di SMAN 1 Rembang baru bisa dipastikan setelah hasil uji laboratorium keluar. Selama masa suspend 30 hari, BGN akan menilai apakah pemulihan dan perbaikan di SPPG Magersari 2 berjalan, dengan opsi penutupan permanen bila tidak.

