Badan Kepegawaian Negara (BKN) menargetkan pemetaan potensi dan kompetensi terhadap 600.000 aparatur sipil negara (ASN) di seluruh Indonesia hingga akhir tahun ini. Program profiling tersebut dijalankan bertahap dan tidak memungut biaya dari instansi peserta.
Kepala BKN Zudan menyampaikan hal itu saat memberikan arahan secara daring kepada Pemerintah Kota Pekanbaru pada Senin (28/9/2026), menurut laporan Liputan6 dan Jambi Ekspres. CNBC Indonesia mengutip siaran pers BKN mengenai program yang sama pada Rabu (30/9/2026).
Tujuan profiling ASN untuk manajemen talenta
Zudan meminta instansi pemerintah pusat dan daerah memanfaatkan program ini, tidak sekadar sebagai asesmen. Ia menyebut profiling sebagai instrumen untuk mengenali potensi dan kompetensi aparatur secara lebih menyeluruh.
“Profiling ini dilakukan untuk mengetahui secara lebih komprehensif kemampuan dan potensi ASN sehingga dapat ditempatkan dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan organisasi,”
— Zudan, Kepala Badan Kepegawaian Negara
Menurut Zudan, profiling menjadi bagian penting dalam membangun manajemen talenta ASN berbasis data. Lewat program ini, potensi, kompetensi, talent DNA, rencana karier, hingga literasi digital ASN dapat dipetakan. Dengan begitu, pengembangan karier dan penempatan pegawai bisa lebih terarah.
Liputan6 menyebut program ini sebagai salah satu kebijakan BKN yang berpihak pada ASN. BKN mendorong terwujudnya data talenta ASN nasional dengan menyasar hingga 600.000 pegawai sampai akhir tahun. Setiap instansi tidak dikenai biaya untuk mengikutsertakan ASN-nya.
Pemkot Pekanbaru ikutkan 1.255 ASN
Pemkot Pekanbaru mengikutsertakan 1.255 ASN dalam profiling tahun ini. Pelaksanaannya bekerja sama dengan BKN dan Kantor Regional XII BKN Pekanbaru, melalui CACT dan PRO-ASN.
Liputan6 mencatat, pada 2025 pemkot tersebut telah mengikuti asesmen yang melibatkan 963 ASN, terdiri atas 194 peserta CACT dan 769 peserta PRO-ASN. Untuk 2026, tiga peserta CACT dan 1.255 peserta PRO-ASN disebut masih dalam proses.
Liputan6 dan Jambi Ekspres sama-sama menyebut 1.509 ASN di lingkungan Pemkot Pekanbaru tercatat telah mengikuti atau terdaftar dalam profiling. Jambi Ekspres menyebut angka itu sebagai jumlah akumulatif sejak 2025.
Catatan redaksi: rincian per tahun dalam Liputan6 belum sinkron dengan total 1.509 tersebut. Sumber tidak menjelaskan selisihnya, misalnya apakah karena peserta yang masih berproses atau data yang terhitung ganda, dan rinciannya belum dikonfirmasi BKN maupun Pemkot Pekanbaru.
Tanggapan Wakil Wali Kota Pekanbaru
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar menilai profiling sebagai langkah awal untuk memperoleh gambaran lebih utuh tentang kekuatan sumber daya manusia aparatur di daerahnya. Ia berharap hasil pemetaan menjadi dasar pengembangan ASN sesuai potensi sekaligus mendukung kebutuhan organisasi.
Menurut Jambi Ekspres, Markarius juga memandang pemetaan ini sebagai fondasi bagi daerah untuk mendukung pengembangan karier dan penempatan pegawai yang lebih objektif.
“Profiling ini bukan untuk memberikan sanksi, tetapi menjadi media untuk melakukan evaluasi diri dan memetakan potensi secara jujur dan adil,”
— Markarius Anwar, Wakil Wali Kota Pekanbaru
Hasil profiling dan pemanfaatannya
Hasil profiling akan dimasukkan ke dalam talent pool berdasarkan potensi dan kinerja pegawai. Jambi Ekspres menyebut talent pool tersebut berskala nasional.
Peserta dapat mengetahui hasilnya melalui BKPSDM setempat atau aplikasi ASN Digital. Dengan pelaksanaan profiling, Pemkot Pekanbaru diharapkan memiliki basis data talenta ASN yang makin lengkap.
Data tersebut diharapkan menjadi salah satu dasar pengembangan karier, penempatan pegawai, serta pengelolaan talenta ASN sesuai potensi dan kompetensi masing-masing.



