Citra Sentinel per 15 September 2026 menunjukkan daratan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda seluas sekitar 341,5 hektare, melampaui ukurannya sebelum kolaps Desember 2018, menurut PVMBG.
Peneliti BRIN menjelaskan Anak Krakatau sedang membangun kembali tubuhnya setelah runtuh pada 2018. Terpisah, PVMBG pada Kamis (24/9/2026) menyebut luasnya bertambah hingga sekitar 32,8 hektare menurut evaluasi sementara citra satelit yang masih perlu verifikasi lapangan.
Gunung Anak Krakatau terus membangun tubuhnya setelah kolaps 2018. Menurut PVMBG, luas daratannya kini 341,5 hektare per 15 September 2026, melampaui ukuran 300 hektare sebelum longsor.