Seorang penumpang Flydubai FZ1073, Yaniv Hayoun, menceritakan versinya tentang kejadian di kokpit setelah kopilot diduga menikam kapten pada Rabu (30/9). Penerbangan dari Dubai menuju Tel Aviv itu dialihkan dan mendarat darurat di Tabuk, Arab Saudi. Laporan sejumlah media tentang detail kejadian belum seragam.
Versi Hayoun tentang kokpit
Menurut CNN Indonesia yang mengutip CNN, Hayoun mengaku melihat pelaku berada di atas panel di antara kedua kursi kokpit. Ia mengatakan tidak ada pilot di kursi, dengan satu orang di lantai dan satu lagi di atas panel. Ia menilai pelaku tampaknya berusaha melumpuhkan pesawat.
Hayoun mengaku berseru kepada penumpang asal Israel lain, lalu dua orang datang dan mereka bersama-sama melumpuhkan pelaku. Setelah itu ia mengaku kembali ke posisi semula, meraih kendali, dan menarik tuas ke arah belakang. Semua itu, katanya, terjadi dalam hitungan detik.
Kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Hayoun mengaku membayangkan hasil yang buruk jika pesawat sampai memasuki wilayah udara Israel. Netanyahu lalu menanyakan dari mana ia tahu harus menarik tuas kendali. Hayoun menjawab:
“Saya menonton Air Crash Investigation, Bapak Perdana Menteri, sungguh!”
— Yaniv Hayoun, penumpang Flydubai FZ1073
Laporan berbeda soal pintu kokpit
CNN Indonesia menulis bahwa seorang penumpang mendobrak pintu kokpit dan melumpuhkan kopilot yang diduga berasal dari Oman. Itu merupakan versi laporan media tersebut, bukan ucapan Hayoun yang dikutip. CNBC Indonesia, mengutip pejabat Israel melalui Reuters, menyebut kapten yang terluka masih sempat membuka pintu kokpit.
Dalam pemberitaan BBC News Indonesia, Netanyahu disebut menyatakan seorang penumpang Israel masuk ke kokpit bersama salah satu awak pesawat, lalu keduanya melumpuhkan pilot penyerang. Versi-versi ini belum dapat dikonfirmasi satu sama lain.
Baca jugaKronologi Flydubai FZ1073 ke Tabuk: Data Penurunan Ketinggian dan Kode Darurat Pesawat Dibandingkan
Angka penurunan ketinggian berbeda
Pesawat itu Boeing 737 MAX 8 dengan 174 penumpang, mayoritas warga Israel, menurut CNBC Indonesia. Pejabat Israel yang dikutip Reuters menyebut pesawat turun hampir 14.000 kaki dalam waktu kurang dari 30 detik. Adapun data yang ditelaah BBC Verify, seperti dilaporkan BBC News Indonesia, menunjukkan penurunan sekitar 17.000 kaki dalam waktu kurang dari dua menit.
Flightradar menunjukkan pesawat mengirim sinyal darurat, lalu kode yang mengindikasikan kemungkinan gangguan ilegal. Pesawat mendarat di Tabuk sekitar pukul 09.45 waktu setempat. Pengelola bandara menyatakan kapten dan kopilot terluka dan dibawa ke rumah sakit, sedangkan seluruh penumpang dilaporkan selamat.
Tanggapan Israel dan Flydubai
Netanyahu mengatakan kopilot yang diduga melakukan serangan telah ditangkap dan diperiksa otoritas Arab Saudi. Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir menyebut pelaku sebagai teroris yang berniat menjatuhkan pesawat dan membunuh warga Israel. Pernyataan itu muncul saat motif belum dikonfirmasi.
Flydubai memperingatkan agar tidak terburu-buru menyimpulkan motif karena penyelidikan masih berlangsung. Reuters melaporkan motif kopilot belum diketahui secara pasti. Para penumpang kemudian dipulangkan ke Israel dengan pesawat pengganti, dan menurut CNBC Indonesia, Israel menyiapkan pengetatan pemeriksaan keamanan bagi pilot yang menerbangkan pesawat ke negara itu.



