Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan mengidentifikasi lima korban meninggal Kapal Virgo Transport 8 pada Senin (12/10/2026). Pengumuman disampaikan di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin. Dengan tambahan itu, jumlah jenazah yang sudah diketahui identitasnya menjadi 77 orang.
Lima korban baru teridentifikasi
Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr Much Sofwan menyatakan, kelima korban berjenis kelamin laki-laki dan seluruhnya berasal dari Jawa Timur. Identifikasi dilakukan lewat rangkaian pemeriksaan dan pencocokan data, termasuk sampel DNA.
Mereka adalah Warmin (41) asal Nganjuk, Sukardi (51) asal Tulungagung, Ponco Budi Raharjo (46) asal Banyuwangi, Agus Ribut Setyo Budi (48) asal Malang, dan M. Abdul Rosyid (28) asal Jember.
Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin sejauh ini menerima 82 jenazah. Dari jumlah itu, 77 orang sudah diketahui identitasnya, sedangkan lima lainnya belum.
Pemeriksaan DNA lima jenazah tersisa
Menurut Antara, Pusdokkes Polri masih memeriksa sampel DNA dari lima jenazah yang belum teridentifikasi. Sofwan mengatakan data pembanding ante mortem dari keluarga, termasuk sampel DNA, sudah terkumpul. Namun hasil pemeriksaan Pusdokkes belum keluar.
“Kondisi jasad kelima korban sangat sulit dikenali maka pemeriksaan DNA menjadi upaya terakhir”
— Kombes Pol dr Much Sofwan, Kabid Dokkes Polda Kalsel
Sofwan meminta keluarga bersabar menunggu hasil dan berharap identitas kelima korban segera diketahui. Ia memastikan kelima jasad itu menjadi yang terakhir diidentifikasi setelah tidak ada lagi temuan korban baru dalam satu minggu terakhir.
Meski begitu, tim DVI disebutnya tetap siaga. Bila ada korban baru yang ditemukan, proses identifikasi akan dilakukan kembali.
Pencarian korban masih berlanjut
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid menyampaikan bahwa tim SAR gabungan hingga kini masih mencari 53 korban yang belum ditemukan. Kapal tenggelam di Laut Jawa pada 13 September 2026.
Dari total 243 penumpang dan awak kapal, 190 orang telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang selamat dan 82 orang meninggal dunia. Jumlah korban meninggal itu sama dengan jenazah yang diterima Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.
Apa selanjutnya
Ada dua proses yang masih berjalan. Pertama, menunggu hasil pemeriksaan DNA Pusdokkes Polri agar identitas lima jenazah terakhir dapat dipastikan dan keluarga memperoleh kepastian. Kedua, pencarian terhadap 53 korban yang belum ditemukan oleh tim SAR gabungan.
Sumber yang dirujuk dalam laporan ini belum memuat keterangan soal santunan Jasa Raharja bagi korban. Informasi tersebut akan diperbarui bila sudah disampaikan pihak berwenang.



