Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan Pemprov akan memasang saringan sampah di 11 sungai agar sampah kiriman tidak terus terbawa arus ke wilayah hilir. Ia menyampaikannya saat meninjau Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS) di Jakarta Selatan, Senin (5/10/2026).
SSTBS, yang berada di aliran Sungai Ciliwung, akan menjadi acuan bagi fasilitas serupa di sungai-sungai lain. Kunjungan tersebut, menurut iNews, dimaksudkan agar Pramono dapat melihat langsung bagaimana sampah ditangani.
Daftar sungai yang akan dipasangi saringan sampah
Menurut Pramono, Jakarta kini memiliki 13 sungai, dan Ciliwung termasuk di dalamnya. Sebelas sungai lain akan mendapat penanganan serupa, yaitu:
- Kali Sunter
- Cipinang
- Jatikramat
- Baru Timur
- Baru Barat
- Angke
- Grogol
- Krukut
- Buaran
- Kalimalang
- Kali Cakung
“Kita akan mengembangkan penanganan yang seperti ini di 11 sungai yang ada di Jakarta.”
— Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta
Cara kerja SSTBS dan hasil olahannya
CNN Indonesia menjelaskan bahwa SSTBS adalah fasilitas terpadu untuk mengelola dan menyaring tahap awal sampah kiriman. Khusus untuk Sungai Ciliwung, penyaringan dilakukan sebelum aliran tiba di Manggarai.
Pramono mengatakan hampir 30 persen sampah dari Ciliwung bisa diambil dan diolah di sana. Hasilnya dipilah: ada yang menjadi bahan organik, ada residu, dan ada yang dipres untuk memenuhi kebutuhan sejumlah industri sekitar.
Ia menambahkan, hasil olahan SSTBS berupa kompos kini mulai dikirim ke Ciangir dan Cilincing.
Mengapa penanganan dari ujung dianggap penting
Pramono menilai penanganan sampah dari hulu penting untuk meringankan beban yang mengalir ke hilir. Ia ingin sampah sudah tertangani sebelum menyentuh Pintu Air Manggarai.
Dalam keterangannya kepada wartawan, ia menegaskan bahwa ia secara khusus ingin melihat proses penanganan sampah yang dilakukan dari ujung, yakni sebelum sampah sampai ke Manggarai.
Selain saringan sungai, pengelolaan sampah Jakarta ditopang RDF Rorotan, RDF Bantar Gebang, fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), serta TPS 3R. Menurut CNN Indonesia, rangkaian fasilitas ini diharapkan membuat persoalan sampah tertangani lebih baik, tidak lagi sepotong-sepotong, melainkan holistik dan terencana.
“Saya memberikan support sepenuhnya penanganan sampah di Jakarta yang selama ini masih bersifat parsial, sekarang mulai kita tangani secara lebih terencana.”
— Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta
Apa selanjutnya
Rencana ini masih berupa pernyataan niat dari gubernur. Sumber yang dirujuk belum memuat jadwal pembangunan, lokasi pasti tiap saringan, maupun besaran anggaran untuk 11 sungai tersebut.
Yang sudah disampaikan Pramono adalah arah kebijakannya: sampah kiriman dihadang lebih awal di tiap sungai, lalu diolah dengan dukungan fasilitas yang sudah ada. Perkembangan lebih lanjut akan bergantung pada rincian yang nantinya diumumkan Pemprov DKI Jakarta.



