Kapal wisata pinisi Yukai yang membawa wisatawan kandas di perairan Pulau Seture, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (27/9/2026) pagi. Seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan selamat dan sudah dibawa ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo.

Menurut Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, kapal itu mengangkut 13 wisatawan dan enam awak. Ke-13 wisatawan tersebut terdiri dari enam warga negara Indonesia (WNI) dan tujuh warga negara asing (WNA).

Evakuasi penumpang di Pulau Seture

Dalam video yang dilihat detikBali, posisi kapal tampak miring. Sekitar 10 sekoci berada di sekitar kapal untuk menolong para penumpang. Sejumlah wisatawan mancanegara terlihat sudah berada di atas sekoci, sementara awak kapal melemparkan koper milik wisatawan ke sekoci-sekoci itu.

Pada laporan awal, jumlah turis asing di kapal tersebut belum diketahui. Rincian jumlah wisatawan dan awak baru disampaikan kemudian oleh Stephanus, sebagaimana dikutip Kompas.com.

Stephanus mengatakan badan kapal sempat miring ke kanan setelah kandas. Pihak syahbandar, katanya, menerima kabar soal kapal kandas di Pulau Seture lalu bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

Penumpang dan kru dievakuasi menggunakan Kapal Alfatran dan Sea Rider milik KSOP Labuan Bajo. Seluruhnya kemudian dibawa ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo.

“Penumpang aman semua sudah dievakuasi”

— Stephanus Risdiyanto, Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo

Baca jugaBasarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8 hingga 3 Oktober, 71 Orang Masih Dicari

Penyebab kecelakaan dan status kapal

Stephanus menyebut kecelakaan itu terjadi karena kapal menabrak karang dangkal atau batu mandi.

“Kandas menabrak batu mandi (karang dangkal)”

— Stephanus Risdiyanto, Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo

Pada laporan awal, kapal itu disebut tenggelam. Namun, Stephanus menyatakan kapal tidak tenggelam dan masih dalam proses penanganan.

“Kapal tidak tenggelam, sekarang proses ditarik untuk dilandaskan di Pulau Kelapa dan diapungkan”

— Stephanus Risdiyanto, Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo

Menurut Kompas.com, kapal ditarik ke perairan Pulau Kelapa dengan bantuan kapal lain dan masih dalam proses pengapungan kembali. Stephanus belum merinci kronologi kecelakaan. Ia berjanji menyampaikan informasi lengkap setelah proses evakuasi selesai.

Peran Pos SAR dan latar perjalanan

Koordinator Pos SAR Labuan Bajo, Arif Rahmadan, membenarkan adanya kecelakaan kapal pinisi tersebut. Ia mengatakan timnya tidak turun ke lokasi karena evakuasi sudah dilakukan kru kapal lain. Saat itu, ia mengaku belum mengetahui jumlah penumpang maupun penyebab kecelakaan dan masih mencari informasi.

“Kami tidak turun (evakuasi), ada kapal-kapal yang tolong.”

— Arif Rahmadan, Koordinator Pos SAR Labuan Bajo

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Kompas.com, Yukai bertolak dari Labuan Bajo pada Jumat (25/9/2026) untuk perjalanan wisata ke Taman Nasional Komodo. Kapal itu kemudian kandas di perairan Pulau Seture pada Minggu (27/9/2026) pagi.

Hingga berita ini ditulis, kronologi lengkap kejadian dan kondisi kapal setelah diapungkan belum disampaikan otoritas setempat.