Aksi unjuk rasa pelajar di Prancis meluas ke berbagai kota pada Selasa (6/10/2026) dan berujung pada 488 penangkapan, menurut Kementerian Dalam Negeri. Para pelajar memprotes kondisi sekolah yang dinilai memburuk. Perdana Menteri Sebastien Lecornu merespons dengan sejumlah janji perbaikan.

Jumlah peserta dan penangkapan dalam aksi pelajar Prancis

Kementerian Dalam Negeri menyebut sekitar 256.000 orang berunjuk rasa di seluruh negeri pada Selasa, seperti dilaporkan AFP melalui detikNews. CNBC Indonesia menulis angka sekitar 250.000 orang dari kementerian yang sama, sehingga selisihnya tampak sebagai perbedaan pelaporan. Penyelenggara aksi memperkirakan jumlah peserta mencapai 450.000 orang.

Selain 488 penangkapan pada Selasa, AFP melaporkan bahwa sejak pekan lalu sedikitnya 6.547 orang diamankan terkait protes ini. Angka aparat yang cedera pada Selasa berbeda antarsumber: 43 orang menurut AFP melalui detikNews, sedangkan CNBC Indonesia menyebut 48 orang.

Kementerian Kehakiman menyampaikan pada Senin bahwa lebih dari 1.800 orang kini diproses secara hukum, tanpa rincian pelanggarannya. Dari jumlah itu, 1.483 orang masih berstatus anak di bawah umur, menurut CNBC Indonesia.

Bentrokan di sejumlah kota

AFP melaporkan mayoritas aksi berjalan tertib. Meski begitu, di beberapa wilayah terjadi bentrokan terpisah ketika massa melontarkan benda ke petugas dan dibalas gas air mata. Menjelang larut malam, massa dan aparat sempat saling berhadapan tegang di Place de la Nation, Paris timur.

Menurut CNBC Indonesia, polisi juga menggunakan meriam air di Paris, Strasbourg, Rennes, dan Toulouse. Polisi Paris disebut menilai sekitar 300 orang yang umumnya menutupi wajah atau kepala menjadi pemicu kericuhan di ibu kota. Di daerah lain, aksi nyaris tanpa gangguan serius, walau beberapa toko rusak.

Ketegangan meningkat setelah seorang remaja kehilangan tangan akibat benturan dengan aparat pada Senin. Lecornu menyebut sedikitnya 215 remaja dan 85 tenaga sekolah cedera selama rangkaian kericuhan. Kantornya menambahkan bahwa lebih dari 700 polisi juga terluka.

“Ini merupakan jumlah korban terberat dalam beberapa dekade yang harus ditanggung oleh sistem sekolah,”

— Sebastien Lecornu, Perdana Menteri Prancis

Baca jugaPelajar Prancis di Sekitar 1.200 Sekolah Berunjuk Rasa Sepekan, Lebih dari 5.000 Orang Ditangkap

Tuntutan pelajar dan janji pemerintah

Gerakan ini bermula pada September di pinggiran Paris yang kurang terlayani, kemudian merambat ke daerah lain. Para siswa mengeluhkan soal anggaran serta bangunan sekolah yang makin buruk, termasuk air bocor dan tikus. Persatuan Pelajar Sekolah Menengah Prancis menyebut lebih dari separuh SMA terblokir atau ditutup untuk sementara pada Selasa.

Lecornu menugaskan para menterinya untuk segera menjawab tuntutan pokok pelajar. Pemerintah menjanjikan pengganti cepat bagi guru yang tidak masuk, kajian ulang atas hari sekolah yang berjalan dari pukul 08.00 sampai 18.00, serta pertimbangan jeda makan siang yang lebih panjang. Kebutuhan renovasi gedung sekolah yang menua juga akan dinilai; usulan awal diminta paling lambat akhir Oktober.

Lecornu juga mengumumkan bahwa pembelajaran formal di SMA ditiadakan selama sisa pekan ini. Waktu itu diberikan agar kepala sekolah, guru, dan siswa membahas keadaan sekolah masing-masing melalui apa yang ia sebut "demokrasi internal".

Tuduhan kekerasan berlebihan dan tanggapan pemerintah

Organisasi hak asasi manusia, pelajar, dan orang tua menuding aparat bertindak terlalu keras terhadap anak di bawah umur. Partai sayap kiri France Unbowed (LFI) ikut menilai tindakan polisi tidak proporsional. Pemerintah menolak tudingan itu dan menyatakan pihak luar menunggangi gerakan ini sehingga di beberapa tempat berubah menjadi kekerasan jalanan.

Di depan parlemen, Lecornu menepis klaim bahwa pemerintah memerintahkan polisi bertindak represif dan menyebutnya "Sebuah kebohongan". Ia mengakui "kecelakaan" mungkin terjadi, tetapi menuding LFI berniat mendorong negara ke dalam kekacauan menjelang pemilihan presiden 2027.

Sebagian orang tua menilai janji itu belum memadai. Emilie Lhomme, orang tua yang ikut aksi di depan sebuah sekolah di Paris, mengatakan pemerintah harus menunjukkan langkah nyata.

Tekanan anggaran pemerintah

Menurut CNBC Indonesia, pemerintah juga harus mencari dana untuk reformasi itu saat berupaya menekan defisit anggaran. Imbal hasil obligasi Prancis tenor 10 tahun pekan lalu sempat melampaui 5%, tertinggi dalam 24 tahun. Presiden Emmanuel Macron memanggil Lecornu dan sejumlah menteri senior ke rapat darurat pada Selasa.