Katie Zacharia diberhentikan dari jabatan sekretaris pers Gedung Putih, hanya sekitar lima hari setelah mulai bertugas. Dua pejabat Gedung Putih yang berbeda menyampaikan kepada Reuters, Sabtu (17/10/2026), bahwa Zacharia "diberhentikan" dan kini menjalani proses "transisi keluar".
Apa yang terjadi
Zacharia menggantikan Karoline Leavitt dan mulai bekerja pada Senin (12/10). Sehari kemudian ia memimpin pengarahan pers pertamanya di Gedung Putih.
Dalam sesi itu, ia mengatakan menerima telepon soal jabatan tersebut pada 7 Oktober. Tak lama berselang, ia menghadapi pertanyaan tentang latar belakang kariernya, termasuk pengalaman di bidang hukum. Presiden Donald Trump sempat menyebutnya sebagai pengacara.
Menurut CNN Indonesia, selama lima hari bertugas Zacharia banyak dikritik atas kinerjanya dalam sesi pengarahan pers dan sejumlah wawancara. CNBC Indonesia menyebut keputusan pemberhentian diambil menyusul kontroversi kredensial hukum serta kinerja yang dinilai kurang memuaskan.
Polemik kredensial hukum
Lewat pernyataan surel pada Rabu, Zacharia menegaskan bahwa ia pernah menekuni hukum transaksi internasional dan memiliki kualifikasi yang memadai.
Namun, penelusuran Reuters tidak menemukan catatan yang menunjukkan lulusan fakultas hukum Pepperdine University itu tercatat sebagai advokat di negara bagian mana pun, termasuk District of Columbia. Dalam wawancara dengan Fox News pada Kamis (15/10), Zacharia mengaku tidak lulus ujian profesi pengacara (bar exam).
Di AS, seorang lulusan sekolah hukum baru boleh berpraktik secara sah setelah diterima menjadi anggota asosiasi advokat (bar) di negara bagian yang bersangkutan.
Tanggapan Trump dan waktu yang krusial
Pada Jumat, sebelum kabar pemberhentian muncul, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa ia telah meminta Zacharia mempertimbangkan kembali posisinya. Ia mengaku tidak yakin Zacharia bisa merasa bahagia dalam pekerjaan itu, dan menyebut keputusan akhir ada pada Zacharia.
“Tidak ada hal yang mudah dalam pekerjaan ini.”
— Donald Trump, Presiden Amerika Serikat
Dalam percakapan telepon dengan Fox pada hari yang sama, Trump menyatakan ia tidak tergesa-gesa memilih sekretaris pers pengganti. Hingga laporan Reuters, Zacharia maupun Gedung Putih belum membalas permintaan komentar tentang pemberhentian itu.
Kepergian Zacharia terjadi sekitar dua pekan sebelum pemilihan paruh waktu pada November. Di masa ini, Trump berusaha memamerkan hasil kerja pemerintahannya dan ikut membantu Partai Republik agar tetap menguasai Kongres.
Masa jabatan tersingkat
Menurut dua orang yang mengetahui pembicaraan tersebut, seperti dikutip CNN Indonesia, Trump menunjuk Zacharia setelah mengungkapkan rasa cemasnya soal liputan media atas pemerintahannya. Ia disebut menginginkan juru bicara baru yang mampu menyorot keberhasilannya.
Dengan pemberhentian ini, Zacharia tercatat sebagai pemegang masa jabatan tersingkat dalam sejarah posisi sekretaris pers Gedung Putih. Anthony Scaramucci, mantan direktur komunikasi pada pemerintahan pertama Trump yang menjabat 10 hari, menanggapinya lewat platform X.
“Rekor memang dibuat untuk dipecahkan”
— Anthony Scaramucci, mantan direktur komunikasi Gedung Putih
Scaramucci menegaskan bahwa ia sama sekali tidak merasa senang melihat penderitaan orang lain.



