Koalisi Yaman pimpinan Arab Saudi menuduh kelompok Houthi memperoleh teknologi canggih berkat bantuan sejumlah "pihak regional", menurut laporan CNN Indonesia tentang konferensi pers koalisi pada Kamis (15/10). Dalam pernyataan terpisah yang dikutip detikNews dari AFP pada Sabtu (17/10/2026), Iran membantah terlibat dalam serangan Houthi ke Saudi dan menyatakan siap menjadi mediator.

Dua pernyataan itu muncul dalam rentang dua hari dan memperlihatkan tarik-menarik narasi di balik eskalasi terbaru antara Houthi dan Riyadh. Tulisan ini memetakan apa yang sudah disampaikan para pihak, apa yang belum dijelaskan, dan mengapa perbedaan itu penting.

Apa yang disampaikan koalisi Saudi

Juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki al-Malki, menyampaikan tudingan itu dalam konferensi pers. Ia tidak menyebut siapa pihak regional yang dimaksud, dan tidak merinci jenis teknologi canggih yang diperoleh Houthi, sebagaimana dilaporkan CNN Indonesia.

Menurut al-Malki, gudang-gudang senjata Houthi didirikan di wilayah pegunungan tiga daerah: Sanaa, Saada, dan Amran. Mulut terowongan serta celah alami di pegunungan, ujarnya, dimanfaatkan sebagai titik peluncuran rudal ke Arab Saudi.

Koalisi mengklaim telah menghancurkan 127 fasilitas penyimpanan senjata Houthi di pegunungan dalam beberapa hari terakhir. Operasi itu juga menyasar peluncur rudal, serta sejumlah ahli peluncuran rudal balistik Houthi, dengan tujuan melemahkan kemampuan militer kelompok tersebut.

Koalisi menayangkan video yang menunjukkan serangan atas terowongan, depot persenjataan, dan peluncur rudal di Sanaa serta Saada, termasuk tempat penyimpanan rudal balistik di pegunungan dekat ibu kota Yaman. Angka dan video tersebut berasal dari koalisi sendiri, dan laporan sumber tidak menyebut adanya verifikasi independen.

Baca jugaHouthi Serang Istana Al-Maashiq di Aden dengan Rudal, Pemerintah Yaman Sebut Lima Orang Tewas

Infrastruktur sipil dan alasan operasi

Al-Malki juga memaparkan operasi terhadap fasilitas yang diduga menopang upaya perang Houthi di Sanaa, Hodeida, dan Dhamar. Ia menyebut operasi itu sebagai respons atas serangan Houthi ke bandara dan jalur pelayaran.

Koalisi menuduh Houthi memakai infrastruktur sipil dan kekayaan Yaman demi kepentingan militer. Sebelumnya, koalisi menyebut sebuah stasiun pusat di Sanaa bernama al-Sabaha, bersama tempat penyimpanan bahan bakar di bawah tanah dan sarana distribusinya, sebagai lokasi yang diduga berfungsi militer. Menurut koalisi, pasokan yang seharusnya melayani warga sipil dialihkan untuk menyerang Saudi dan lalu lintas maritim.

Bantahan dan tawaran mediasi Iran

Menurut detikNews yang mengutip AFP, Iran membantah tudingan Saudi bahwa Teheran terlibat dalam rangkaian serangan Houthi ke wilayah kerajaan. Baqaei menegaskan Iran tidak terlibat dalam operasi kelompok itu di Yaman.

“Republik Islam Iran menolak klaim apa pun bahwa Iran telah memainkan peran dalam operasi Yaman (Houthi),”

— Esmaeil Baqaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran

Baqaei sekaligus menyatakan Iran siap menjadi jembatan antara Houthi dan Arab Saudi. Teheran, katanya, sudah lama menyatakan kesediaan memakai hubungan yang dimilikinya untuk membantu menghentikan permusuhan.

“Iran selalu siap menggunakan jasa baiknya untuk membantu mengakhiri permusuhan,”

— Esmaeil Baqaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran

Ia menambahkan bahwa Iran siap mengerahkan seluruh kapasitasnya bila kedua belah pihak memintanya.

Membaca kedua pernyataan: yang jelas dan yang belum

Ada perbedaan penting dalam apa yang dilaporkan. Laporan CNN Indonesia tentang pernyataan koalisi tidak menyebut Iran; al-Malki hanya berbicara tentang "pihak regional". Bantahan Iran, menurut detikNews, menyangkut tudingan Saudi soal keterlibatan Teheran dalam serangan Houthi. Dari materi yang tersedia, belum jelas apakah Riyadh secara resmi menyebut Iran sebagai pihak regional tersebut, sehingga kedua pernyataan tidak bisa dibaca sebagai tanya-jawab langsung.

Latar hubungan kedua pihak juga relevan. Dilansir Al Arabiya, Houthi adalah milisi yang didukung Iran. Iran menyebut Houthi sebagai bagian dari "Poros Perlawanan", jaringan yang juga mencakup Hizbullah di Lebanon dan kelompok bersenjata pro-Iran di Irak, yang sama-sama menentang Israel.

Meski dekat dengan Houthi, Teheran berkali-kali menolak anggapan bahwa Iran yang mengendalikan gerak kelompok itu. Menurut Iran, Houthi menentukan sikapnya berdasarkan kepentingan sendiri.

Jumlah korban memberi bobot pada perselisihan ini. Beberapa pekan terakhir, Houthi berulang kali menyerang sasaran Saudi, antara lain kapal di Laut Merah, fasilitas minyak, dan bandara internasional Riyadh. Serangan ke bandara itu pekan lalu dilaporkan menewaskan 13 orang.

Apa selanjutnya

Tawaran mediasi Iran bersyarat: Baqaei menyebut kesiapan itu berlaku atas permintaan kedua belah pihak. Sumber yang ada tidak memuat tanggapan Riyadh maupun Houthi atas tawaran tersebut.

Hal yang patut dipantau berikutnya adalah apakah koalisi akan merinci identitas pihak regional dan jenis teknologi yang dimaksud, serta apakah ada bukti yang dapat diperiksa pihak independen. Selama hal itu belum dibuka, tudingan koalisi dan bantahan Iran sama-sama berdiri sebagai klaim para pihak.