Raja Maroko Mohammed VI menunjuk Fatima Ezzahra El Mansouri, 50 tahun, sebagai perdana menteri baru. Ia menjadi perempuan pertama yang memegang jabatan itu dalam sejarah Maroko. El Mansouri diterima Raja di istana kerajaan pada Selasa (29/9/2026), dan kabinet kerajaan mengumumkan penunjukan tersebut, seperti dilaporkan AFP pada Rabu (30/9/2026).

Penunjukan setelah kemenangan PAM di pemilu

Menurut Republika yang mengutip Al Arabiya, kabinet kerajaan menyebut El Mansouri diterima Raja Mohammed VI di istana kerajaan pada Selasa. Ia ditugaskan membentuk pemerintahan baru.

Penunjukan ini menyusul kemenangan partainya, Partai Otentisitas dan Modernitas (PAM), dalam pemilu parlemen pekan lalu. Dikutip dari AFP oleh detikNews, partai kanan-tengah itu memenangkan 97 dari 395 kursi Dewan Perwakilan Rakyat, unggul 31 kursi dari pesaing terdekatnya.

Pemilu tersebut juga mencatat tingkat partisipasi pemilih terendah dalam dua dekade terakhir. Semua perdana menteri Maroko sebelumnya adalah laki-laki.

Baca jugaFatima Ezzahra El Mansouri Ditunjuk Raja Mohammed VI Jadi Perdana Menteri Perempuan Pertama Maroko

Tanggapan El Mansouri

Dalam pidato yang disiarkan televisi, El Mansouri menyebut penunjukannya sebagai peristiwa yang sungguh bersejarah. Ia menilai capaian itu menjadi kebanggaan bagi seluruh perempuan Maroko.

“Untuk pertama kalinya dalam sejarah negara kita, seorang perempuan memikul tanggung jawab memimpin pemerintahan”

— Fatima Ezzahra El Mansouri, Perdana Menteri Maroko

Sebelum diumumkan, pada konferensi pers kemenangan, ia ditanya apakah negara perlu mengubah aturan agar dirinya dapat hadir dalam upacara keagamaan Muslim yang dihadiri Raja. Menurut Republika yang mengutip BBC, ia tidak langsung menjawab dan hanya menyebut Raja sebagai advokat terbesar bagi perempuan di negara itu.

Latar belakang karier

Menurut laman PAM yang dikutip detikNews, El Mansouri lahir di Marrakech pada 1976 dan sebelumnya bekerja sebagai pengacara. Ia menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat untuk periode 2011, 2016, dan 2021, serta sejak Kongres Nasional ke-5 pada 2024 menjabat Koordinator Nasional Kepemimpinan Kolektif Sekretariat Jenderal PAM.

Ia pernah menjadi Wali Kota Marrakech pada 2009–2015, perempuan pertama yang menduduki jabatan itu di kota tersebut. Sejak Oktober 2021 ia menjabat menteri yang membidangi perencanaan wilayah, tata kota, perumahan, dan kebijakan perkotaan, lalu kembali menjadi wali kota.

Republika melaporkan ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Mohammed V di Rabat, lalu melanjutkan ke Prancis dan Amerika Serikat dengan spesialisasi hukum bisnis dan perusahaan. Sementara detikNews menyebut pendidikan hukumnya diperoleh di Universitas Montpellier, Prancis.

Langkah berikutnya

Tugas utama El Mansouri kini membentuk pemerintahan baru. Sumber yang tersedia belum memuat susunan kabinet maupun waktu pengumumannya.