Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) pada Kamis (1/10/26). Ia menggantikan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago yang sebelumnya menempati jabatan itu.

Sebelum dilantik, Dudung menjabat Kepala Staf Kepresidenan. Ia juga pernah dipercaya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Koordinasi jadi langkah pertama Menko Polkam

Menurut VIVA, Dudung menyebut koordinasi dan sinkronisasi antarkementerian serta lembaga sebagai salah satu fokus awalnya. Ia ingin berbagai tugas kenegaraan di bawah Kemenko Polkam berjalan searah. Dudung mengakui tugas itu tidak ringan, terlebih dengan situasi yang dihadapi saat ini.

“Tugas-tugas menko polkam tentunya tidak ringan dengan situasi saat ini. Di bawahnya memang kami koordinasikan, sinkronkan tugas-tugas kenegaraan. Ada beberapa Kementerian di bawah koordinasi Menko Polkam, itu nanti akan kami tingkatkan yang sudah dilaksanakan pejabat sebelumnya,”

— Dudung Abdurachman, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan

Dudung mengatakan dirinya akan lebih dulu berkoordinasi dengan berbagai instansi dalam lingkup tugas Kemenko Polkam. Targetnya, kondisi keamanan nasional semakin kondusif. Menurut dia, hal itu memerlukan kerja bersama dan koordinasi yang kuat antarinstansi.

Persatuan dan program prioritas Presiden

Dudung juga menyinggung soal keutuhan serta persatuan dan kesatuan negara yang menurutnya harus kembali ditingkatkan. Ia mengaitkannya dengan pembangunan Asta Cita, yakni cita-cita Presiden Prabowo, termasuk program strategis nasional, program prioritas nasional, dan program unggulan Presiden.

Atas kepercayaan itu, Dudung menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo. Ia memastikan amanah tersebut akan dijalankan untuk membantu tugas pemerintahan.

Ucapan selamat dari Mathla'ul Anwar

Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PB MA) mengucapkan selamat kepada Dudung. Ketua Umum PB MA Jazuli Juwaini, dalam keterangannya pada Kamis (1/10), menyampaikan rasa syukur dan berharap Dudung diberi kekuatan, kesehatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas.

PB MA berharap Dudung terus memberikan kontribusi terbaik dalam menjaga persatuan dan memperkuat kehidupan kebangsaan. Organisasi itu juga berharap ia mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban yang menjadi bagian penting pembangunan nasional.

Menurut JPNN, sebelum pelantikan Jazuli bersama jajaran pengurus PB MA bertemu Dudung yang saat itu masih menjabat Kepala Staf Kepresidenan. Pertemuan tersebut memperkenalkan kepengurusan PB MA masa khidmat 2026–2031. Dalam kesempatan itu, PB MA meminta Dudung menjadi Ketua Dewan Penasihat, dan Dudung menyatakan bersedia.

Jazuli menyebut Mathla'ul Anwar berdiri sejak 1916 dengan fokus pada pendidikan, dakwah, dan sosial. Organisasi itu memiliki sekitar 17 juta anggota dan simpatisan, dengan kepengurusan di 28 provinsi.