Kepolisian Daerah Banten memastikan jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, adalah Surakman, anak buah kapal (ABK) Arupadhatu 1, berdasarkan hasil tes DNA yang diumumkan pada Rabu (23/9/2026). Anak korban, Yayat, mengucapkan terima kasih atas upaya pencarian yang dilakukan tim gabungan. Namun Kapolda Banten Irjen Hengki menyatakan pihaknya belum bisa memastikan nasib tujuh orang lain dalam rombongan, termasuk lima jurnalis foto yang ikut dalam kapal tersebut, meski proses pencarian terhadap mereka sudah dihentikan.
Surakman merupakan satu dari tiga kru Arupadhatu 1 yang hilang kontak sejak Selasa (8/9/2026), sehari setelah kapal berangkat membawa lima jurnalis foto menuju Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Jenazahnya ditemukan di Pulau Enggano pada Sabtu (12/9/2026), namun identitasnya baru dipastikan lewat pencocokan DNA dengan anak biologisnya, Yayat.
Keluarga ungkap rasa syukur
Yayat mengatakan kabar penemuan jenazah ayahnya diterima keluarga pada Selasa (22/9/2026) malam, sehari sebelum Polda Banten mengumumkan hasil identifikasi secara resmi. Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim yang terlibat dalam pencarian saat ditemui di Polda Banten, Rabu (23/9/2026).
“Terima kasih kepada Basarnas Banten, Polda, Gubernur dan semua yang membantu pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu, terima kasih banyak”
— Yayat, anak Surakman
Bagaimana proses identifikasi berlangsung
Menurut Hengki, identifikasi dilakukan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri dengan mencocokkan data antemortem dari delapan keluarga korban terhadap data postmortem jenazah, meliputi sidik jari, gigi, dan DNA. Koordinasi dilakukan antara Biddokkes Polda Bengkulu dan Biddokkes Polda Banten.
“Secara keahlian dari Biddokes Polri yang lakukan DNA dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.”
— Irjen Hengki, Kapolda Banten
Kronologi hilangnya kapal Arupadhatu 1
Kapal Arupadhatu 1 berangkat Senin (7/9/2026) membawa lima jurnalis foto yang hendak memotret kondisi Gunung Anak Krakatau, yaitu M Bagus Khoirunnas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang berstatus jurnalis lepas. Bersama mereka ikut pula kapten kapal Warta, ABK Surakman, dan pemandu Heriyanto, sehingga total delapan orang berada di kapal.
Kapal itu dilaporkan hilang kontak sehari setelah keberangkatan. Pencarian oleh tim gabungan berlangsung hingga jenazah tanpa identitas ditemukan di Pulau Enggano pada hari kelima pencarian. Setelah itu, operasi pencarian terhadap delapan orang yang dilaporkan hilang tersebut dihentikan.
Baca jugaKapolda Banten Ungkap Jasad ABK Arupadhatu I Sempat Diterbangkan Pakai Cessna dari Enggano
Nasib tujuh korban lain belum dipastikan
Hengki mengatakan timnya belum dapat memastikan kondisi tujuh orang lain dalam rombongan, termasuk lima jurnalis foto, kapten kapal, dan pemandu. Ia menegaskan pernyataannya hanya berdasarkan data yang telah ditemukan sejauh ini, bukan hasil pencarian yang masih berlangsung, sebab operasi pencarian terhadap delapan orang tersebut sudah dihentikan sejak jenazah Surakman ditemukan.
“Bagaimana korban yang lain, saya belum tahu apakah mereka selamat atau enggak. Saya berdasarkan data-data yang ada seperti yang kita temukan sekarang.”
— Irjen Hengki, Kapolda Banten
Hengki enggan berspekulasi soal kemungkinan kapal beserta penumpangnya terbawa arus hingga ke luar negeri, termasuk dugaan sampai ke Australia. Kepolisian juga belum bisa memastikan penyebab hilangnya kapal, apakah tenggelam, terbakar, atau sebab lain.
Imbauan Gubernur Banten
Gubernur Banten Andra Soni meminta masyarakat mematuhi larangan mendekat ke radius 2 kilometer dari Gunung Anak Krakatau, meski status gunung tersebut telah turun menjadi Level II atau Waspada. Larangan ini diberlakukan untuk menghindari lontaran material erupsi.
“Masyarakat mengikuti protokol yang telah diatur oleh regulasi kita, bahwa saat erupsi, radius-radius tertentu tidak diperkenankan mohon untuk diikuti dan kita selalu menginformasikan kepada masyarakat.”
— Andra Soni, Gubernur Banten
Andra menambahkan bahwa ia berharap tujuh korban lain, termasuk lima jurnalis, dapat segera ditemukan.
Rencana pemulangan jenazah
Jenazah Surakman rencananya dipulangkan ke Banten dari Bengkulu pada Kamis (24/9/2026) melalui Bandara Soekarno-Hatta, sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.


