Seorang wali kota asal Prancis menjadi korban penyerangan pemukim Israel di Tepi Barat saat bergabung dengan rombongan diplomat Eropa, akhir pekan ini. Pemerintah Prancis dan Belgia mendesak Israel menangkap para pelaku, sementara Kementerian Luar Negeri Israel mengecam insiden tersebut.
Kronologi serangan terhadap delegasi diplomat Eropa
Menurut iNews, korban bernama Bernard Boudot, Wali Kota Aulnoy lez Valenciennes. Ia menjadi bagian dari delegasi diplomatik Eropa yang mengunjungi Kota Taybeh. Republika menulis nama dan kotanya berbeda, yakni Bernard Baudoux, wali kota Aulnoye-Aymeries di Prancis utara. Tulisan ini memakai ejaan Baudoux dan mencatat perbedaan itu.
Delegasi tersebut terdiri atas perwakilan Prancis, Belgia, dan Polandia. Wali Kota Taybeh, Suleiman Khourieh, menyebut serangan terjadi setelah upacara penandatanganan perjanjian kota kembar antara Taybeh dan Kota Saint-Pierre di Prancis. Upacara itu turut disaksikan konsul jenderal dari Prancis dan Belgia, Wali Kota Saint-Pierre Christian Ravain, serta utusan Polandia yang identitasnya tidak dipublikasikan.
iNews melaporkan para pelaku melempari kendaraan diplomatik dengan batu hingga kaca mobil milik delegasi Belgia pecah, dan sejumlah orang terluka. Video yang beredar menunjukkan salah satu anggota rombongan terbaring di jalan dekat mobil diplomatik. Orang itu belakangan diketahui sebagai sang wali kota.
Soal waktu, iNews menyebut kejadian itu pada Sabtu (17/10/2026), sedangkan Republika menulis Sabtu (18/10/2026).
Kesaksian wali kota: dipukul dengan batang besi
Republika mengutip pengakuan sang wali kota, yang berusia 78 tahun. Ia mengatakan para pemukim bertopeng meneriakkan hinaan tentang Prancis, menendangnya, dan memukulnya dengan batang besi. Saat itu ia sedang bersama petani zaitun Palestina, didampingi perwakilan tinggi Prancis dan Belgia di Yerusalem serta sejumlah diplomat Polandia.
Setelah serangan, ia tampak lunglai di dekat mobil, tetapi tidak memerlukan perawatan di rumah sakit. Kepada AFP, sebagaimana dikutip Republika dari France24, ia menilai kekerasan itu tidak lepas dari sikap pemerintah Israel.
“Saya kira, jika para pemukim berani bertindak seperti ini, ada pembiaran dari pihak pemerintah Israel”
— Bernard Baudoux, wali kota Aulnoye-Aymeries, Prancis
Tanggapan Prancis, Belgia, dan Israel
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot meminta Israel segera menghentikan kekerasan kriminal dan menangkap pelaku penyerangan. Menurut Republika, Menteri Luar Negeri Belgia menyampaikan imbauan serupa.
Kementerian Luar Negeri Israel mengecam serangan terhadap para diplomat itu, dan kepolisian berjanji membuka penyelidikan. Sumber yang kami rujuk tidak memuat pernyataan langsung Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Judul Republika menyebut para pemukim "dibela" Netanyahu, tetapi isi artikelnya tidak menjelaskan dasar klaim itu, sehingga hal tersebut belum dapat dikonfirmasi.
Konteks: kekerasan menjelang pemilu Israel
Republika mencatat insiden ini terjadi sehari setelah pemukim memukuli fotografer The Washington Post asal Amerika Serikat. Fotografer itu dilaporkan masih dirawat karena patah tulang belakang. Republika menggambarkan kejadian-kejadian tersebut sebagai bagian dari meningkatnya gelombang kekerasan menjelang pemilu Israel.



