Kerusuhan kembali meletus di pusat kota Milan, Italia, pada Minggu (18/10/2026). Sekelompok pemuda memecahkan kaca etalase dan menjarah toko di kawasan Piazza del Duomo. Peristiwa ini terjadi sehari setelah bentrokan pecah dalam aksi protes menentang kenaikan biaya hidup.
Apa yang terjadi di Piazza del Duomo
Menurut surat kabar La Repubblica, sedikitnya 2.000 pemuda dilaporkan terlibat. Mereka merusak kaca etalase memakai tempat sampah, kursi, dan sepeda listrik.
Massa kemudian masuk ke sejumlah toko, terutama toko perlengkapan olahraga dan supermarket. Hingga laporan awal ditulis, belum ada laporan bentrokan besar-besaran antara massa dan aparat.
Ajakan untuk kembali berkumpul di Piazza del Duomo beredar di media sosial sejak Minggu pagi. Lapangan itu berada di jantung kota.
Respons aparat keamanan di pusat kota
La Repubblica melaporkan polisi menambah jumlah personel di area tersebut. Kendaraan patroli dan aparat keamanan ditempatkan di sekitar lokasi, dan kendaraan meriam air ikut disiapkan untuk berjaga-jaga bila bentrokan besar terjadi.
Siaran langsung surat kabar Corriere della Sera menggambarkan situasi yang berbeda. Menurut media itu, kondisi pusat kota terpantau tenang pada saat laporan disusun, dan polisi berseragam khusus telah dikerahkan ke sejumlah jalan.
Perbedaan gambaran dari dua media tersebut menunjukkan situasi di lapangan berubah cepat. Kondisi terkini perlu dipantau dari pernyataan resmi aparat.
Baca jugaTrump Salahkan Imigrasi atas Kerusuhan Demo di Prancis, 1.800 Orang Ditangkap
Jumlah ditahan, terluka, dan kerugian
Kepolisian Negara Italia menyatakan 197 orang ditahan untuk diidentifikasi selama kerusuhan di Milan, Bologna, Turin, dan beberapa kota lain. Artinya, gejolak ini tidak terbatas pada Milan saja.
Di antara mereka, 28 orang resmi ditangkap. Kelompok itu mencakup 12 anak di bawah umur serta enam orang berkewarganegaraan asing. Mereka masih berstatus terduga, dan proses hukumnya belum dijelaskan dalam laporan yang tersedia.
Sebanyak 141 petugas penegak hukum dilaporkan terluka akibat bentrokan dalam rangkaian kerusuhan itu. Sumber tidak merinci tingkat luka maupun jumlah korban dari pihak massa atau warga.
Dari sisi ekonomi, asosiasi pengusaha Italia, Unimpresa, memperkirakan kerugian akibat kerusuhan mencapai sekitar 1,3 juta euro (sekitar Rp26,3 miliar). Angka itu merupakan prediksi, bukan hasil penghitungan final.
Apa selanjutnya
Laporan yang tersedia belum memuat keterangan mengenai langkah pemerintah menanggapi tuntutan soal kenaikan biaya hidup, maupun rencana aksi lanjutan. Yang tercatat, polisi menambah personel di area Piazza del Duomo dan menyiagakan kendaraan meriam air di sana, sedangkan Corriere della Sera melaporkan pusat kota dalam kondisi tenang.



