Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka kemungkinan Washington bergabung dengan Arab Saudi menyerang kelompok Houthi di Yaman, setelah serangan ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Dua media melaporkan angka korban yang berbeda, dan sumber yang ada belum memastikan apakah angka-angka itu berasal dari serangan yang sama atau serangan berbeda.

Pernyataan Trump soal serangan ke Houthi

Dilansir CNN Indonesia dari Al Jazeera, Trump menyampaikan tanggapan pada Sabtu (10/10) waktu setempat dan menilai serangan tersebut mengerikan. Ia juga disebut mempertimbangkan kemungkinan AS bergabung dengan Arab Saudi menyerang Houthi serta memulai kembali serangan terhadap Iran.

“Orang Saudi adalah pejuang yang hebat, tetapi menurut saya serangan itu adalah hal yang mengerikan”

— Donald Trump, Presiden Amerika Serikat

Menurut iNews yang mengutip Anadolu, sikap itu berbeda dari sebelumnya. Trump disebut sempat mengabaikan permintaan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman agar AS terlibat langsung dalam perang melawan kelompok yang didukung Iran tersebut.

“Mungkin, kita akan mempertimbangkannya. Kami baru saja mengetahui tentang serangan baru-baru ini. Kita akan membuat keputusan, bergerak sangat cepat”

— Donald Trump, Presiden Amerika Serikat

Angka korban menurut CNN Indonesia

CNN Indonesia melaporkan serangan ke bandara itu menewaskan 12 orang, delapan di antaranya warga negara asing. Laporan tersebut tidak menyebut tanggal serangan. Mengutip Reuters, otoritas penerbangan sipil Saudi (GACA) merinci korban asing berasal dari Bangladesh sebanyak dua orang, serta masing-masing satu orang dari Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.

Lebih dari 300 orang terluka, dan beberapa di antaranya mengalami luka parah dan kritis. Mereka dirawat di sejumlah rumah sakit di sekitar bandara. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengonfirmasi bahwa satu warga Amerika termasuk korban tewas. Aktivitas bandara terhenti sementara, dan GACA menyatakan otoritas masih menghitung kerusakan serta jumlah total korban.

Angka korban menurut iNews

iNews menyebut serangan pada Kamis lalu menewaskan tiga orang dan menghancurkan tiga pesawat, dengan seorang warga Sudan sebagai korban jiwa. Menurut media itu, serangan tersebut adalah yang kedua menargetkan bandara yang sama.

iNews juga melaporkan bandara menghentikan sementara operasi penerbangan pada Sabtu (10/10/2026) setelah serangan lanjutan yang melukai beberapa orang. GACA menyatakan bandara diserang pada Sabtu sore waktu setempat. Karena CNN Indonesia tidak mencantumkan tanggal, belum jelas apakah 12 korban tewas dan lebih dari 300 korban luka terkait serangan Kamis, Sabtu, atau gabungan keduanya.

Apa selanjutnya

Hingga laporan ini disusun, belum ada keputusan resmi dari Washington soal serangan terhadap Houthi atau pengiriman pasukan. Trump hanya menyebut keputusan akan diambil dengan sangat cepat. Sorotisu akan memperbarui berita ini bila ada pernyataan resmi dari Gedung Putih, Pemerintah Arab Saudi, atau pihak Houthi.