Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti 4-2 pada final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10) malam. Kedua tim bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan berakhir.
Menurut Katadata, gelar ini mengakhiri penantian 35 tahun Indonesia untuk menjadi juara di level Asia Tenggara. Trofi tersebut juga disebut sebagai yang pertama bagi tim senior di laga final sejak medali emas SEA Games 1991 di Manila, Filipina.
Jalannya final: unggul lebih dulu, sempat tertinggal, lalu menyamakan skor
Kebuntuan pecah pada menit ke-84 lewat tendangan bebas Dean James. Katadata menyebut bola mengenai pemain Thailand dan berubah arah menjadi gol. Tendangan itu didapat setelah Nicholas Mickelson dikartu kuning kedua dan Thailand bermain dengan 10 pemain.
Thailand menyamakan skor tiga menit kemudian lewat Iklas Sanron pada menit ke-87. Pada babak tambahan, Thailand berbalik unggul 2-1 pada menit ke-111 lewat gol pemain yang namanya ditulis berbeda oleh media: Peeradol Chamratsamee (Katadata), Peerapol Chamrasamee (VIVA), dan Peeradon Chamratsamee (CNN Indonesia).
Elkan Baggott lalu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat umpan Rizky Ridho, menurut CNN Indonesia. VIVA mencatat gol itu terjadi pada menit ke-116. Tidak ada gol tambahan hingga 120 menit usai, sehingga juara ditentukan lewat adu penalti.
Baca jugaPrabowo Puji Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Kalahkan Thailand lewat Penalti 4-2
Adu penalti dan perjalanan di turnamen
Dalam adu penalti, Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama sukses menjalankan tugas bagi Indonesia. Di kubu Thailand, tendangan Sarach Yooyen membentur tiang, sedangkan tembakan Nattapong Sayriya ditepis kiper Emil Audero.
Di fase grup, menurut CNN Indonesia, Indonesia menang 2-0 atas Singapura lewat gol Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny, lalu bermain 0-0 melawan Malaysia. Thom Haye diusir pada menit ke-36 dalam laga itu. Indonesia menutup grup dengan kemenangan 9-2 atas Bangladesh dan menjadi juara grup karena unggul produktivitas gol atas Malaysia, 11 banding 9, saat selisih gol keduanya sama-sama +9.
Mitchell Baker menjadi pencetak gol terbanyak turnamen dengan lima gol. Ole Romeny menutup turnamen dengan satu gol dan empat assist, seluruhnya untuk Baker. Indonesia tampil tanpa kapten Jay Idzes yang absen karena cedera.
Tanggapan pemain, PSSI, dan Presiden
Bek Justin Hubner menyebut mentalitas skuad sebagai kekuatan utama tim, termasuk setelah kehilangan Idzes.
“Jika Anda melihat bagaimana kami bangkit, bagaimana kami bertahan dalam pertandingan ini, tim ini benar-benar luar biasa.”
— Justin Hubner, bek Timnas Indonesia
Calvin Verdonk mengungkapkan pesan pelatih John Herdman sebelum adu penalti, yang diminta agar para pemain tetap yakin.
“Kami harus percaya, cukup percaya.”
— Calvin Verdonk, pemain Timnas Indonesia
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengapresiasi perjuangan pemain dan menyebut Thailand tim yang sangat bagus. Ia juga memandang final ini sebagai pelajaran, mengingat laga melawan Bangladesh dan Thailand sama-sama tidak mudah, dan mengaitkannya dengan target Piala Dunia 2030.
“Kita harus serius mempersiapkan dan tantangannya sangat berat, tapi kita bangsa Indonesia, bukan bangsa kalahan, kita harus terus tingkatkan sepak bola kita”
— Erick Thohir, Ketua Umum PSSI
Presiden Prabowo Subianto, yang menonton langsung di SUGBK, menyatakan bangga atas semangat pantang menyerah para pemain. Menurut VIVA, ia juga menyebut ini mungkin kali pertama Indonesia menang dalam pertandingan FIFA antarbangsa.
Peringkat FIFA dan langkah berikutnya
Katadata mencatat, hasil ini menaikkan peringkat Indonesia satu tingkat ke urutan 117 dalam FIFA Men's World Ranking. Erick menyebut evaluasi akan dilakukan sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Asia 2027.
Di media sosial, CNN Indonesia melaporkan tagar "Indonesia Juara" ramai di platform X hingga Selasa (6/10) seiring perayaan para pendukung.



