Suroso Isnandar resmi menggantikan Darmawan Prasodjo sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada Rabu (14/10/2026). Pergantian ini terjadi di tengah sorotan atas pemadaman listrik massal di Batam, Kepulauan Riau. Komisaris Independen PLN menyatakan keduanya tidak berkaitan.

Profil singkat dua direktur utama PLN

Menurut Tribunnews, Darmawan Prasodjo menjabat Direktur Utama PLN sejak 6 Desember 2021 berdasarkan SK Menteri BUMN Nomor SK-389/MBU/12/2021. Sebelumnya, ia menjadi Wakil Direktur Utama sejak 23 Desember 2019.

Suroso Isnandar sebelumnya menjabat Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN. Posisi itu ia emban berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-159/MBU/06/2025 tertanggal 18 Juni 2025.

Komisaris bantah pergantian terkait blackout

Komisaris Independen PLN Andi Arief membantah bahwa pencopotan Darmawan dipicu seringnya listrik padam di sejumlah wilayah. Ia menyatakan hal itu tidak disebut dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).

“Tidak, Tidak disebutkan tadi dalam RUPS”

— Andi Arief, Komisaris Independen PT PLN

Menurut penilaian Andi Arief, Darmawan diganti karena sudah terlalu lama menjabat sebagai direktur utama. Penjelasan itu ia sampaikan kepada Tribunnews pada Rabu malam.

Baca jugaBahlil Lahadalia Akan Bahas Kompensasi Blackout Batam dengan PLN, Penyebab Dikaitkan Petir dan Kelelawar

Rentetan gangguan listrik, dari Sumatra hingga Batam

Blackout di Kota Batam terjadi pada Senin (12/10/2026) dan berlangsung lebih dari 11 jam. Gangguan bermula sekitar pukul 06.37 WIB dan mengganggu aktivitas warga. Sejumlah toko bahkan kehabisan stok lilin karena permintaan meningkat.

PT PLN Batam menyebut indikasi awal gangguan mengarah pada masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan. Penyebab pastinya, menurut perusahaan, masih ditelusuri.

Sebelumnya, pada Jumat (22/5/2026) malam, sebagian besar wilayah Sumatra juga mengalami blackout. Dampaknya terasa di sejumlah provinsi, antara lain Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, dan Jambi. Tribunnews juga mencatat gangguan massal lain sejak 2019, termasuk di Jakarta-Banten-Jawa Barat dan Bali, dengan penyebab beragam, mulai dari masalah transmisi dan cuaca ekstrem hingga gangguan kabel laut dan pasokan batu bara.

Rencana kompensasi untuk warga Batam

Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia, yang oleh JPNN juga disebut sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, mengatakan akan membahas rencana kompensasi bagi warga terdampak blackout Batam. Ia berbicara di Istana Negara pada Rabu (14/10).

“Saya nanti akan bicarakan terlebih dahulu dengan teman-teman dari PLN, karena PLN yang paling tahu secara teknis implementasi di lapangan ya”

— Bahlil Lahadalia, Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral

Bahlil mengaku menerima laporan tentang sejumlah gangguan teknis yang diduga menjadi penyebab pemadaman. Salah satunya, jaringan listrik diduga bermasalah akibat petir, menurut laporan yang ia terima. Ia menyebut ada tiga persoalan teknis yang dilaporkan kepadanya, dan salah satunya diduga berkaitan dengan hewan yang membuat jaringan padam.

Dengan begitu, PLN Batam menyebut indikasi awal berupa hewan liar di gardu induk, sedangkan Bahlil menyampaikan laporan dugaan petir dan hewan. Penyebab pasti blackout Batam masih ditelusuri.