Mantan kepala badan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet, Ronen Bar, menggugat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu atas pencemaran nama baik. Gugatan itu berkaitan dengan serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 dan diajukan pada Rabu (14/10/2026).
Dalam dokumen setebal 134 halaman itu, Bar menyebut Netanyahu berdusta demi menutupi kekeliruannya sendiri dan melempar tanggung jawab ke pihak lain. Bar menuntut ganti rugi tiga juta shekel. Tribunnews menyebut nilainya sekitar 968.500 dolar AS, sedangkan CNN Indonesia menyebut sekitar Rp17 miliar.
Isi tuduhan Ronen Bar
Menurut Bar, Netanyahu melontarkan tudingan yang ia sadari tidak benar, yakni bahwa Bar tidak menyampaikan informasi kepadanya pada pagi serangan. Bar menilai tudingan itu dimaksudkan menggeser perdebatan dari tanggung jawab Netanyahu sendiri, seperti dikutip AFP.
Bar juga berpendapat bahwa kebijakan Netanyahu selama bertahun-tahun justru memperbesar ancaman dari kelompok bersenjata di Gaza.
Bar menyatakan telah menelepon sekretaris militer perdana menteri, Avi Gil, begitu muncul tanda-tanda kemungkinan serangan. Menurut CNN Indonesia, ia tidak menghubungi Netanyahu langsung karena tidak memiliki nomornya.
Tanggapan Netanyahu
Netanyahu merespons lewat pernyataan yang dirilis Partai Likud pada Rabu. Ia menolak bertanggung jawab atas kegagalan komunikasi yang didalilkan Bar dan menegaskan tidak pernah menerima kabar dari Bar pada pagi itu.
Netanyahu berpendapat serangan tersebut mungkin bisa dicegah seandainya Bar atau para pemimpin militer langsung menghubunginya. Ia mengklaim Bar memegang nomornya dan bisa menelepon, sebagaimana kepala keamanan lain.
“Berapa banyak nyawa yang bisa kita selamatkan jika saja Anda menelepon tepat waktu?”
— Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel
Pengakuan Avi Gil dan latar pemilu
Menurut CNN Indonesia, beberapa hari sebelum gugatan diajukan, Avi Gil berbicara kepada Channel 12. Ia menyebut kantor Netanyahu memalsukan catatan terkait 7 Oktober 2023, dengan mengaku diperintah stenografer kantor perdana menteri mengubah waktu rekaman panggilan penting berdurasi empat menit, dari pukul 06.40 menjadi pukul 06.29.
Gil menjabat sekretaris militer Netanyahu dari Juli 2021 hingga Mei 2024. Ia menyebut perintah itu datang pada Januari 2024.
Bar mundur dari kursi kepala Shin Bet pada Juni 2025 saat publik mengkritik keras kegagalan negara mengantisipasi serangan. Korban tewas dalam serangan itu tercatat 1.221 orang, dan peristiwa tersebut disebut paling mematikan sepanjang sejarah Israel.
Gugatan Bar dan pengakuan Gil datang menjelang pemilu Israel pada 27 Oktober. Menurut CNN Indonesia, survei terbaru memperlihatkan dukungan bagi Netanyahu dan partainya merosot, terutama akibat kritik soal serangan Hamas dan pembebasan pria ultra-Ortodoks dari wajib militer.



