Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan enam golongan baru penerima Kartu Layanan Gratis (KLG) mulai berlaku pada 1 Januari 2027. Dengan tambahan itu, jumlah golongan penerima layanan transportasi gratis di Jakarta naik dari 15 menjadi 21.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono di Jakarta, Minggu (4/10/2026). Menurut ANTARA, ia ditemui di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur. Ia menegaskan bahwa penambahan golongan itu sekaligus berkaitan dengan penyesuaian harga.

Enam golongan baru penerima KLG

Perluasan penerima ini dilakukan bersamaan dengan rencana penyesuaian tarif transportasi umum yang dikelola Pemprov DKI Jakarta. Menurut ANTARA, penyesuaian itu mencakup Transjakarta hingga Transjabodetabek. Berdasarkan keterangan VIVA dan ANTARA, enam golongan tambahan itu mencakup kelompok berikut.

  1. Orang yang mendampingi penyandang disabilitas.
  2. Pencari kerja yang berdomisili di Jakarta.
  3. Pasien yang menempuh perjalanan berobat lewat rujukan.
  4. Pelajar atau mahasiswa kurang mampu yang tidak menerima KJP maupun KJMU.
  5. Pelaku UMKM binaan.
  6. Korban bencana.

VIVA menulis, pendamping dimasukkan karena perannya dinilai penting bagi mobilitas penyandang disabilitas di transportasi umum. Pasien rujukan adalah warga yang harus melakukan perjalanan untuk mendapat layanan kesehatan lewat mekanisme rujukan.

Adapun UMKM binaan adalah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang masuk kategori binaan Pemprov DKI Jakarta. Golongan terakhir mencakup masyarakat Jakarta yang menjadi korban bencana. KJP merujuk pada Kartu Jakarta Pintar, sedangkan KJMU adalah Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul.

Besaran tarif belum diumumkan

Pramono masih enggan menyebutkan besaran tarif baru Transjakarta hingga Transjabodetabek. Menurut dia, angkanya baru akan diumumkan pada 1 Januari 2027, tanggal yang sama dengan mulai berlakunya enam golongan tambahan tersebut.

Ia juga menyebut respons publik sejak rencana penyesuaian harga disampaikan hingga Minggu ini cukup damai. Pramono mengucapkan syukur atas hal tersebut, sebagaimana dikutip ANTARA.

Subsidi diarahkan ke yang lebih membutuhkan

Sebelumnya, Pramono mengatakan Pemprov DKI akan mengurangi subsidi transportasi bagi masyarakat yang dianggap mampu dan mengalihkannya kepada yang lebih membutuhkan. Menurut VIVA, subsidi transportasi selama ini diberikan kepada masyarakat secara luas.

Dalam pernyataan sebelumnya, ia menyebut pemerintah daerah akan memutuskan perubahan dari 15 menjadi 21 golongan dalam waktu dekat. Ia juga mengakui subsidi masih tinggi, tetapi akan dikurangi bagi golongan yang dianggap mampu.

“Sebenarnya subsidinya tinggi sekali masih, tetapi subsidinya kita kurangi.”

— Pramono Anung Wibowo, Gubernur DKI Jakarta

Apa selanjutnya

Menurut VIVA, kebijakan ini merupakan bagian penataan ulang skema subsidi angkutan yang tengah dipersiapkan pemerintah provinsi. Dalam keterangan yang dimuat kedua media, belum dijelaskan golongan mana yang subsidinya dikurangi, berapa tarif barunya, maupun tata cara pendaftaran penerima KLG baru.