Ole Romeny mencetak gol ketujuhnya bersama Timnas Indonesia lewat penalti pada menit ke-74 saat Skuad Garuda mengalahkan Singapura 2-0 di laga pembuka FIFA ASEAN Cup 2026. Pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, berlangsung Jumat 25 September 2026. Pelatih John Herdman menilai timnya belum mencapai penampilan terbaik.

Dua gol Indonesia ke gawang Singapura

Menurut VIVA, Indonesia unggul lebih dulu pada menit ke-13. Ragnar Oratmangoen menyambar umpan silang mendatar Luke Vickery dari sisi kanan dan membawa Indonesia memimpin.

Keunggulan bertambah pada menit ke-74. Tendangan bebas Thom Haye mengenai tangan Song U Young di kotak penalti, dan wasit menunjuk titik putih. Romeny mengambil tendangan tersebut. Menurut CNN Indonesia, eksekusinya mengecoh kiper Singapura, Izwan Mahbud.

Catatan gol Romeny bersama Skuad Garuda

CNN Indonesia mencatat gol ke gawang Singapura sebagai gol ketujuh Romeny dalam 11 penampilan untuk Timnas Indonesia. Menurut Transfermarkt, seperti dikutip CNN Indonesia, ini juga ketiga kalinya ia mencetak gol secara beruntun. Sebelumnya, ia membobol gawang Oman dan Mozambik pada FIFA Matchday Juni.

Tren serupa pernah terjadi di tiga laga awalnya bersama Indonesia, yakni melawan Australia, Bahrain, dan China. Menurut CNN Indonesia, catatan tersebut menempatkan Romeny sebagai striker yang tajam.

Pada laga ini Romeny berperan sebagai second striker. Ia ikut menyusun serangan dan mengalirkan bola kepada Mitchell Baker. Beberapa peluang lain yang ia dapat belum menghasilkan gol.

Baca jugaTimnas Indonesia Kalahkan Singapura 2-0 lewat Gol Ragnar dan Ole Romeny di FIFA ASEAN Cup 2026

Herdman: tim masih perlu waktu

Meski meraih tiga poin, Herdman menilai Indonesia belum berada pada penampilan terbaik. Namun ia optimistis performa tim akan meningkat dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Ia menyampaikan hal itu dalam konferensi pers seusai laga, seperti dilaporkan VIVA.

“Ketika Anda sudah bersama selama tiga bulan, ini akan menjadi skuad yang sama sekali berbeda”

— John Herdman, pelatih Timnas Indonesia

Menurut Herdman, sejumlah pemain, termasuk Vickery dan Baker, masih harus menyesuaikan diri dengan kondisi dan rekan setimnya. Ia menyebut Dean James tampil bagus melawan Singapura. Herdman juga menyoroti kerja sama antarpemain yang baru terbentuk. Romeny, misalnya, baru kali ini bermain bersama Baker, atau bersama Baker dan Vickery, dalam pertandingan kompetitif.

Selain itu, Herdman menyinggung faktor fisik. Pemain yang datang dari Eropa harus menyesuaikan diri dengan suhu, pola tidur, dan jet lag dalam waktu singkat. Kondisi itu, menurutnya, membuat Indonesia tidak selalu mampu menjaga intensitas tinggi sepanjang laga.

“Namun, Anda tidak bisa mempertahankan intensitas setinggi itu terus-menerus. Itulah yang kami pelajari malam ini”

— John Herdman, pelatih Timnas Indonesia

Herdman tetap menghargai kerja keras pemainnya. Menurut dia, tim mampu melewati fase saat energi menurun dan tetap menjaga organisasi permainan.

Berikutnya menghadapi Malaysia

Indonesia akan memainkan laga kedua melawan Malaysia pada Senin (28/9). CNN Indonesia menyebut ketajaman Romeny kembali dinanti dalam pertandingan itu.