Ledakan keras mengguncang kawasan Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 07.11 WIB. Lima orang terluka dan sedikitnya 20 bangunan di sekitar lokasi dilaporkan rusak. Hingga berita ini ditulis, sumber yang dihimpun belum melaporkan adanya korban meninggal.
Apa yang terjadi di Pakuwon City
Lokasi ledakan berada di Jalan Kalisari Utara I, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya Timur. Menurut laporan iNews, dentuman terdengar hingga radius sekitar 500 meter dan membuat warga berhamburan mendatangi lokasi.
Ledakan terjadi ketika aktivitas di kawasan pertokoan mulai berjalan. Informasi sementara di lapangan menyebut ledakan diduga bermula di sebuah rumah makan saat karyawan hendak membuka usaha.
Saksi bernama Rangga (23), karyawan ruko di seberang lokasi, menyebut ledakan berasal dari RM Nasi Tempong Sri Dewi, sebagaimana dikutip detikNews dari detikJatim. Ia mengatakan kawasan itu sedang ramai, dengan warga yang berolahraga, makan, dan mengunjungi kafe. Menurut dia, atap ruko tempatnya bekerja terasa seperti hendak roboh.
Kabar ledakan sempat beredar lebih dulu di media sosial. VIVA mencatat salah satunya lewat siaran langsung akun TikTok @dwiangga1013 dari lokasi, yang menyebut ledakan diduga berasal dari salah satu unit ruko di kawasan San Antonio. Dampaknya disebut mengenai bangunan ruko tepat di seberang titik kejadian.
Korban luka dan kerusakan bangunan
Petugas BPBD Kota Surabaya, Tito, mengatakan para korban sudah dievakuasi ke rumah sakit untuk penanganan awal. Menurut informasi sementara yang dikutip ANTARA, RS Haji Surabaya menerima empat korban, sedangkan satu korban lainnya dibawa ke RS Mitra Keluarga Kenjeran.
Petugas Command Center Kota Surabaya kemudian menyampaikan bahwa para korban dipindahkan ke RSUD Dr. Soetomo untuk perawatan lanjutan. iNews melaporkan kelima korban adalah pekerja rumah makan yang diduga menjadi titik ledakan.
Dari sisi kerusakan, BPBD mencatat sedikitnya 20 bangunan terdampak dengan tingkat kerusakan ringan hingga berat. Sejumlah kendaraan di sekitar lokasi juga rusak, dan kaca beberapa ruko dilaporkan pecah.
BPBD bersama aparat terkait memasang garis polisi di sekitar lokasi. Langkah itu bertujuan menjaga jarak aman bagi warga sekaligus mendukung proses penyelidikan.
“Untuk saat ini, petugas melaksanakan pemasangan police line untuk menjaga jarak aman,”
— Tito, petugas BPBD Kota Surabaya
Dugaan penyebab dan penyelidikan
Pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi tentang sumber maupun penyebab ledakan. iNews menghimpun informasi di lapangan bahwa ledakan diduga dipicu gas dari tabung LPG 50 kilogram. Dugaan itu belum dikonfirmasi aparat.
Tim INAFIS, Gegana, dan pemadam kebakaran telah berada di lokasi. Petugas menyisir area, memeriksa lokasi, serta mendata kerusakan untuk mendukung penyelidikan.
Kondisi terbaru masing-masing korban juga belum dirinci oleh pihak berwenang. Informasi lanjutan tentang penyebab ledakan dan jumlah pasti bangunan yang rusak masih menunggu hasil pendataan dan penyelidikan petugas.



