Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan akan memperketat pemantauan harga bahan pangan yang belakangan naik di sejumlah wilayah. Tujuannya, harga di pasar tetap terkendali dan tidak melampaui batas yang ditetapkan pemerintah. Hal itu disampaikan Kepala Biro Humas Kemendag I Made Kusuma Dewi kepada Republika, Rabu (23/9/2026).

Komoditas pangan yang harganya naik

Menurut laporan Republika, kenaikan harga terpantau di berbagai wilayah pada minyak goreng kemasan bermerek, beras, cabai rawit, gula pasir, telur ayam, dan daging sapi. Keterangan Kemendag yang dikutip tidak merinci besaran kenaikan di masing-masing komoditas, dan tidak menyebut tenggat harga akan kembali turun.

Dewi menjelaskan, ada tiga faktor yang membentuk harga komoditas pangan. Faktor pertama adalah pola konsumsi, produksi, dan kondisi geografis. Berikutnya faktor musiman serta transmisi ekonomi global, lalu perkembangan inflasi dan nilai tukar petani.

Di tengah keresahan masyarakat atas kenaikan harga pangan, Dewi menekankan Kemendag terus memantau harga. Selama ini pemantauan rutin dilakukan lewat Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang menjangkau 550 pasar di 514 kabupaten/kota, dan menurut Dewi akan lebih digencarkan.

Pemantauan ini salah satu instrumen penting dalam menjaga harga tetap terkendali dan tidak melebihi harga acuan (HA) maupun harga eceran tertinggi (HET). HA dan HET ini ditetapkan sebagai titik keseimbangan dengan mempertimbangkan kepentingan produsen dan konsumen.

I Made Kusuma Dewi, Kepala Biro Humas Kemendag

Empat upaya stabilisasi harga pangan

Dewi menyebut ada empat upaya berkelanjutan yang dijalankan Kemendag. Upaya pertama adalah memastikan ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, dan tertib niaga. Untuk itu, Kemendag mengatakan terus bersinergi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kementerian Pertanian, Bulog, dan pemerintah daerah.

Upaya kedua berupa kewajiban penyaluran Domestic Market Obligation (DMO) minyak goreng rakyat minimal 35 persen melalui Perum Bulog dan BUMN Pangan sebagai distributor lini 1. Berdasarkan catatan Dewi, realisasi penyaluran hingga 18 September 2026 telah mencapai 48,55 persen, atau melampaui batas minimal.

Upaya ketiga adalah mendorong perdagangan antarwilayah lewat kerja sama antardaerah. Skema ini mempertemukan daerah surplus dengan daerah yang kekurangan pasokan, sehingga distribusi lebih lancar dan disparitas harga berkurang. Upaya keempat, Kemendag memanfaatkan Sistem Resi Gudang sebagai alternatif pembiayaan bagi petani dan nelayan ketika harga sedang jatuh.

Mendag Budi Santoso bicara soal harga bahan pokok

Di sisi lain, CNN Indonesia menjadwalkan Menteri Perdagangan Budi Santoso hadir dalam Podcast Money Honey bertema perjuangan menjaga harga sembako dan ketenangan masyarakat. Podcast dipandu Yudi Yudawan dan rencananya tayang di siaran langsung, aplikasi, serta kanal YouTube CNN Indonesia pada Kamis (24/9) pukul 19.00 WIB.

Menurut CNN Indonesia, Budi Santoso menyatakan bahwa menjaga kestabilan harga bahan pokok menuntut banyak pertimbangan. Selain kepentingan konsumen yang menginginkan harga murah, kementerian juga harus memperhatikan kelangsungan hidup dan usaha para produsen.

CNN Indonesia menyebut gejolak harga sembilan bahan pokok rentan memengaruhi kehidupan masyarakat. Bila dibiarkan terus-menerus, gejolak tersebut juga berpotensi mengganggu laju pertumbuhan ekonomi.