Kementerian Agama (Kemenag) bersama British Council meluncurkan program STEPS-CoP di Jakarta, Selasa (13/10/2026), untuk memperkuat kemampuan 6.000 guru Madrasah Ibtidaiyah (MI). Program ini disiapkan menjelang kebijakan yang menjadikan Bahasa Inggris mata pelajaran wajib di jenjang dasar mulai 2027.
Apa itu STEPS-CoP dan siapa yang terlibat
STEPS-CoP merupakan singkatan dari Strengthening the Teaching of English in Primary Schools through Communities of Practice. Menurut iNews, program ini dijalankan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kemenag bersama British Council.
Menurut iNews, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan pernyataannya terkait program ini di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat. Direktur British Council untuk Indonesia sekaligus Direktur Asia Tenggara Summer Xia dan Direktur Asia Pasifik British Council Kate Joyce juga menyampaikan pernyataan mengenai kerja sama tersebut.
Bagaimana pelatihan guru madrasah ini berjalan
Berbeda dari pelatihan teknis yang selesai dalam satu kali pertemuan, STEPS-CoP memakai pendekatan Community of Practice atau komunitas praktik. Tujuannya membangun pengembangan profesional guru yang berkelanjutan, dengan kolaborasi antarrekan sejawat sebagai intinya.
Tahap awalnya adalah Training of Trainers (ToT), yakni pelatihan bagi para pelatih. Ke-68 pemimpin CoP yang mengikutinya datang dari tiga unsur: kampus keagamaan Islam, lembaga pengawasan madrasah, serta pusat pelatihan bagi guru.
Para pemimpin ini kemudian bertugas menggerakkan komunitas belajar di 34 kota dan kabupaten. Menurut iNews, mereka akan melatih sekitar 6.000 guru Bahasa Inggris dan guru kelas MI.
Untuk memastikan pelatihan tepat sasaran, program memanfaatkan EnglishScore milik British Council serta Self-Assessment Tool (SAT), alat penilaian mandiri. Keduanya memetakan kemampuan awal Bahasa Inggris dan keterampilan mengajar guru. Dengan begitu, pengembangan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing guru, bukan satu pola untuk semua.
Istilah kunci dalam program ini
Sejumlah istilah muncul berulang dalam pemberitaan peluncuran program. Berikut ringkasan maknanya berdasarkan keterangan sumber.
- Community of Practice (CoP): komunitas praktik tempat guru berdiskusi, berbagi pengalaman, dan saling belajar secara berkelanjutan.
- Training of Trainers (ToT): pelatihan awal bagi para pemimpin CoP yang kelak memfasilitasi komunitas belajar di daerah.
- EnglishScore: instrumen dari British Council untuk memetakan kemampuan awal Bahasa Inggris guru.
- Self-Assessment Tool (SAT): alat penilaian mandiri untuk melihat keterampilan pedagogis, yakni cara guru mengajar.
Mengapa Kemenag menekankan komunitas, bukan sekadar pelatihan
Menag Nasaruddin Umar menyebut kebijakan ini tidak boleh dipahami semata sebagai penambahan mata pelajaran.
“Penerapan Bahasa Inggris di Madrasah Ibtidaiyah bukan sekadar menambah mata pelajaran, melainkan bagian dari upaya kita mempersiapkan generasi madrasah agar mampu mengakses pengetahuan global dan berinteraksi dengan dunia yang semakin terbuka, tanpa kehilangan nilai-nilai inti dan karakter mereka,”
— Nasaruddin Umar, Menteri Agama
Menurut iNews, Menag juga menilai penguasaan bahasa internasional sejak jenjang dasar menjadi modal penting agar lulusan madrasah mampu bersaing secara global dan menembus perguruan tinggi terkemuka dunia.
Soal pilihan model komunitas, Menag menyoroti kebutuhan guru akan wadah yang terus berjalan.
“Guru tidak hanya membutuhkan pelatihan lain yang berakhir begitu sesi selesai. Kita membutuhkan ruang berkelanjutan untuk mendiskusikan tantangan nyata di kelas, berbagi praktik yang berhasil, dan belajar dari sesama pendidik,”
— Nasaruddin Umar, Menteri Agama
Skala madrasah dan tanggapan British Council
Kate Joyce menekankan pentingnya kolaborasi ini karena besarnya skala pendidikan madrasah. Saat ini terdapat lebih dari 26.800 Madrasah Ibtidaiyah di seluruh Indonesia.
Summer Xia menyatakan persiapan ini tidak hanya soal mata pelajaran baru, tetapi juga membekali guru agar membuka peluang bagi jutaan anak.
“Ketika kita berinvestasi pada guru, kita berinvestasi pada berbagai peluang yang akan terbuka bagi generasi pembelajar di masa depan,”
— Summer Xia, Direktur British Council untuk Indonesia sekaligus Direktur Asia Tenggara
Perbedaan cakupan kelas dan langkah selanjutnya
Sumber pemberitaan tidak sepenuhnya seragam soal cakupan kebijakan. Republika dan ANTARA menyebut Bahasa Inggris wajib bagi siswa kelas III hingga VI mulai 2027. iNews menyebut penetapannya sebagai mata pelajaran wajib bagi siswa kelas 3 SD sederajat, tanpa merinci kelas di atasnya.
Kemenag turut mengajak kepala madrasah, wali murid, dan masyarakat umum menciptakan lingkungan yang menunjang belajar Bahasa Inggris di usia dini. Harapannya, STEPS-CoP menjadi contoh penguatan kemampuan guru yang berkelanjutan, dapat ditiru di lingkup lebih besar, dan lambat laun menjangkau lebih banyak guru di Indonesia.
Hal yang belum dirinci
Dalam laporan Republika, iNews, dan ANTARA yang kami rujuk, belum ada keterangan mengenai jadwal tiap tahap pelatihan, lama program, maupun besaran anggarannya. Belum jelas pula bagaimana hasil pemetaan kemampuan guru akan dipakai untuk mengukur kemajuan setelah komunitas belajar berjalan.
Sumber juga tidak menjelaskan apakah ke-6.000 guru peserta mencakup seluruh guru Bahasa Inggris di madrasah yang ada, sehingga cakupan program terhadap seluruh MI belum bisa dipastikan. Informasi tersebut diperlukan untuk menilai kesiapan guru menjelang 2027.



