Penembakan dan penikaman terhadap tiga orang terjadi di Jalan Tanggul Timur, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu sore (14/10/2026). Lokasinya berseberangan dengan Kompleks Permata atau Kampung Ambon. Polisi kini menyelidiki apakah serangan itu berkaitan dengan penggerebekan narkoba di kawasan tersebut sehari sebelumnya.
Kronologi penyerangan di Cengkareng
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi mengatakan kejadian berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu tiga korban sedang bersantai di bantaran kali.
Sebuah kendaraan lalu datang dan beberapa orang tak dikenal turun, kemudian menyerang para korban dengan senjata tajam dan senjata api, menurut keterangan Nasriadi kepada wartawan.
“Korban tiga orang. Kronologinya adalah ketika korban tiga orang sedang bersantai di pinggir kali menikmati sore hari, tiba-tiba datang kendaraan, setelah itu turun beberapa orang langsung melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam dan menggunakan senjata api”
— Kombes Pol Nasriadi, Kapolres Metro Jakarta Barat
Dua korban mengalami luka sayatan senjata tajam, masing-masing di punggung dan lengan. Satu korban lain terkena tembakan di bagian telinga.
Ketiganya telah dibawa ke rumah sakit untuk perawatan. Menurut Nasriadi, para korban dalam kondisi sadar dan dapat menyampaikan kronologi kejadian.
Olah TKP dan uji balistik
Polres Jakarta Barat bersama Patra Polda Metro Jakarta mendatangi lokasi untuk olah tempat kejadian perkara. Di sana petugas menemukan dua proyektil yang tinggal selongsongnya dan satu proyektil yang masih utuh.
Nasriadi menyatakan barang bukti tersebut akan diperiksa secara balistik. Anggotanya, kata dia, masih menyelidiki identitas pelaku penyerangan.
Kaitan dengan penggerebekan narkoba
Nasriadi menyebut insiden itu terjadi setelah polisi menggerebek Kampung Ambon pada Selasa (13/10). Dalam operasi tersebut, polisi memusnahkan barang bukti dan menghancurkan lapak-lapak narkoba.
Polisi masih mendalami ada atau tidaknya hubungan antara serangan itu dan penggerebekan tersebut. Hingga kini hubungan itu belum dipastikan.
Pada Rabu malam, bekas lapak yang diduga menjadi tempat penyalahgunaan narkoba di kawasan itu terbakar, menurut VIVA. Polisi belum memastikan penyebabnya, termasuk apakah api sengaja disulut.
“Kita masih lakukan proses penyelidikan, apakah ini sengaja dibakar sebagai wujud perlawanan bandar narkoba terhadap peristiwa penggerebekan dan penangkapan yang kita lakukan, atau memang terbakar”
— Kombes Pol Nasriadi, Kapolres Metro Jakarta Barat
Sikap polisi
Nasriadi menyatakan polisi akan memburu pihak yang bertanggung jawab bila terbukti kebakaran bekas lapak itu berkaitan dengan jaringan narkoba. Ia menegaskan kepolisian tidak akan mundur dalam pemberantasan narkoba.
Menurut dia, langkah itu sesuai petunjuk Kapolri dan Kapolda Metro Jaya. Sampai berita ini ditulis, belum ada keterangan soal pelaku atau motif penembakan dan penikaman tersebut.


