Seorang anggota kepolisian, Aiptu Herbin Silaen, gugur saat ikut membantu evakuasi dalam kebakaran rumah warga di Kelurahan Batang Beruh, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Jumat (25/9/2026). Ia menjabat Kanit Patroli Satlantas Polres Dairi. Seorang balita berusia 4 tahun juga meninggal dunia dalam peristiwa yang sama.

Kronologi kebakaran di Batang Beruh

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Dairi, Amudi Parulian Situmeang, menyebut api muncul sekitar pukul 12.35 WIB. Warga sekitar menjadi pihak pertama yang mengetahui kebakaran di rumah seorang warga berinisial P.

Keterangan Amudi disampaikan kepada detikSumut pada Jumat (25/9/2026), lalu dikutip kembali oleh detikNews dan detikcom dalam laporan mereka. Laporan detikNews terbit pada Sabtu (26/9/2026), sehari setelah kebakaran.

“Warga melakukan pemadaman dengan alat seadanya”

— Amudi Parulian Situmeang, Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Dairi

Upaya warga itu berlangsung sembari mereka menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Setelah petugas datang, tim pemadam langsung bekerja dengan mengerahkan sejumlah armada. Menurut Amudi, air yang dihabiskan untuk memadamkan api mencapai sekitar 16.000 liter.

Evakuasi dua korban jiwa

Di tengah proses pemadaman, petugas menemukan dua korban jiwa. Korban pertama adalah anak laki-laki berusia 4 tahun. Korban kedua adalah Aiptu Herbin Silaen, yang menjabat Kanit Patroli Satlantas Polres Dairi.

Amudi menjelaskan, balita itu meninggal akibat luka bakar di tubuhnya saat api melahap rumahnya. Adapun anggota Polri tersebut gugur pada saat proses evakuasi berlangsung.

Petugas sempat mengalami kesulitan saat mengevakuasi balita tersebut karena kondisi daerah sekitar tidak memungkinkan. Amudi merinci siapa saja yang terlibat dalam pembongkaran bangunan untuk mengeluarkan korban.

“Warga dan petugas TNI dan Polri menjebol tembok untuk evakuasi korban”

— Amudi Parulian Situmeang, Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Dairi

Kedua korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi. Soal nasib mereka setelah itu, Amudi memberi penjelasan singkat.

“Sempat dibawa ke rumah sakit, kemudian nyawa korban tidak tertolong. Kini, diserahkan kepada keluarga”

— Amudi Parulian Situmeang, Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Dairi

Penyebab kebakaran masih diselidiki

Amudi menyatakan bahwa kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran yang menewaskan dua orang tersebut. Laporan-laporan yang tersedia belum menyebut kapan hasil penyelidikan akan disampaikan.

Informasi yang belum tersedia

Dalam keterangan yang tersedia, belum ada informasi mengenai identitas lengkap balita, hubungannya dengan pemilik rumah, nilai kerugian material, jumlah bangunan yang terdampak, maupun ada tidaknya korban lain.

Pihak kepolisian juga belum menjelaskan secara rinci sumber api serta rangkaian peristiwa yang dialami Aiptu Herbin Silaen sebelum gugur. Laporan ini akan diperbarui apabila ada keterangan resmi tambahan.