Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Brigjen Aries Syahbudin meminta jajarannya menyiapkan langkah antisipasi atas kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali dan sejumlah wilayah lain, Senin (19/10/2026). Dalam pernyataan terpisah, Menko Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil menyebut stok BBM nasional masih aman meski cadangan Pertalite menipis.
Kedua pernyataan itu berasal dari dua pemberitaan berbeda. Sumber yang dipakai tidak menyebut Bahlil menanggapi instruksi Kakorlantas atau kondisi di Bali, dan sebaliknya.
Instruksi Kakorlantas untuk Jajaran Polantas
Aries menyampaikan instruksi itu dalam keterangan tertulis. Menurut dia, arahan tersebut sekaligus menindaklanjuti perintah Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Polantas diminta ikut melancarkan distribusi BBM, menjaga keamanan dan ketertiban di sekitar stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), serta memastikan warga mendapat informasi yang akurat.
Ada tiga langkah utama bagi seluruh Ditlantas Polda. Pertama, memperkuat koordinasi dengan Pertamina regional, termasuk menyiapkan pengawalan distribusi agar penyaluran lancar.
“Apabila distribusi harus melalui jalur penyeberangan, koordinasi juga perlu dilakukan agar kendaraan pengangkut BBM memperoleh prioritas penyeberangan sesuai ketentuan yang berlaku”
— Brigjen Aries Syahbudin, Kepala Korps Lalu Lintas Polri
Kedua, jajaran diminta membuat posko pengamanan sementara di sekitar SPBU yang padat. Posko itu bertugas mengatur arus lalu lintas dan mengantisipasi gangguan akibat antrean kendaraan. Personel juga dapat membagikan air minum, roti, dan bantuan sederhana kepada warga yang mengantre.
Ketiga, Polantas diminta menjadi penyampai informasi ketersediaan BBM di SPBU dalam wilayah aglomerasi. Dengan informasi itu, warga diharapkan tahu SPBU mana yang masih memiliki persediaan sehingga antrean lebih tertib dan merata.
Aries juga meminta pemantauan intensif atas pelaksanaan instruksi dan laporan berkala, agar upaya di lapangan bisa disesuaikan dengan perkembangan situasi. Ia mengapresiasi Ditlantas Polda Bali yang sudah menindaklanjuti arahan tersebut.
Bahlil: Stok Pertalite 16–18 Hari
Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi mencatat stok Pertalite (RON 90) turun menjadi 16 hingga 18 hari, dari batas normal 20 hari. Bahlil menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di kantornya, seperti dikutip CNBC Indonesia.
Bahlil menjelaskan bahwa hanya RON 90 yang berada di bawah 20 hari. Solar, RON 92, RON 95, dan RON 98, menurut dia, tidak bermasalah.
Penyebab penurunan, kata Bahlil, adalah pergeseran konsumsi. Sebagian pengguna yang semula memakai RON 92 dan RON 95 beralih ke RON 90 karena selisih harganya dinilai cukup ekonomis.
Target Pemulihan Stok Pertalite
Bahlil menilai posisi 16 sampai 18 hari tidak berarti stok berada di bawah standar minimal nasional. Menurut dia, untuk kembali ke angka 20 hari, pemerintah memerlukan waktu sekitar seminggu.
“Secara stok nasional kita, BBM itu di 16 sampai 18 hari. Jadi stok BBM nasional Insya-Allah itu aman”
— Bahlil, Menko Hilirisasi dan Transisi Energi
Dua Pernyataan Terkait BBM
Instruksi Kakorlantas menyasar sisi lapangan, yakni pengamanan antrean dan penyebaran informasi di SPBU, dengan Bali disebut secara khusus. Pernyataan Bahlil menyoroti stok nasional dan Pertalite. Keduanya berdiri sendiri dan tidak saling menanggapi.
Kedua sumber tidak memuat rincian jumlah SPBU yang kehabisan stok, lokasi di luar Bali, maupun tanggapan Pertamina.



