Timnas Irlandia mengalahkan Israel dengan skor 3-0 pada laga UEFA Nations League Grup B3 di Stadion Nagyerdei, Hungaria, Minggu (27/9) waktu setempat atau Senin dini hari WIB. Sebelum pertandingan dimulai, pemain kedua negara sama-sama menolak berjabat tangan, sementara skuad Irlandia menundukkan kepala saat lagu kebangsaan Israel dikumandangkan sebagai bentuk sikap atas perang yang masih berlangsung di Gaza.
Aksi protes di lapangan
Seluruh pemain Irlandia tampil dengan ban lengan hitam sepanjang pertandingan. Kapten Irlandia Dara O'Shea juga meletakkan tangan di belakang punggung saat sesi undian koin, lalu hanya menjabat tangan wasit dan asistennya tanpa menyapa kapten Israel, Manor Solomon. Tidak ada pertukaran cendera mata di antara keduanya.
Kepala eksekutif Asosiasi Sepak Bola Irlandia (FAI), David Courell, menjelaskan bahwa ban lengan hitam itu dikenakan sebagai penghormatan untuk mengenang semua nyawa yang hilang dalam konflik di Gaza. Usai mencetak gol ketiga timnya, gelandang Jack Moylan melepas ban lengan hitam itu dan menciumnya sebelum mencium lambang tim di jerseinya.
Refleksi Hallgrimsson usai pertandingan
Setelah laga selesai, Hallgrimsson menyebut pertandingan tersebut mengakhiri hari-hari terberat dalam kariernya karena laga melawan Israel diwarnai kontroversi berkepanjangan. Ia merefleksikan bahwa keputusan timnya untuk tetap bertanding melawan Israel tidak akan pernah memuaskan semua pihak.
“Dengan bertanding [melawan Israel], kami membuat sebagian orang tidak bahagia. Sebagian lagi senang.”
— Heimir Hallgrimsson, pelatih timnas Republik Irlandia, usai pertandingan
Desakan boikot dan kiper yang mundur
Laga ini diwarnai kontroversi sejak hasil undian mempertemukan Irlandia dan Israel pada Februari 2026. Kelompok advokasi Irish Sport for Palestine menggalang kampanye bertajuk "Stop The Game" yang mendesak Irlandia mundur dari laga, dan lebih dari 160 atlet Irlandia menandatangani surat terbuka yang meminta tim tidak bertanding.
Para pemain Irlandia akhirnya memutuskan lewat pemungutan suara di hotel mereka di Debrecen pada Sabtu untuk tetap bermain, dengan hasil yang disebut Courell sebagai mayoritas signifikan. Namun pada hari yang sama, penjaga gawang Gavin Bazunu mengonfirmasi mundur dari skuad karena merasa tidak tepat ikut bermain melawan Israel, baik untuk laga ini maupun pertandingan berikutnya di Serbia.
“Ini amat sulit bagi begitu banyak pemain.”
— Heimir Hallgrimsson, pelatih timnas Republik Irlandia
Hallgrimsson menambahkan bahwa pemilihan susunan pemain untuk laga tersebut murni berdasarkan performa, bukan sikap masing-masing pemain terhadap kontroversi ini. Ia juga memastikan Bazunu tetap masuk skuad untuk laga melawan Austria di Dublin, Kamis mendatang, meski tidak untuk pertandingan kedua melawan Israel.
Ketegangan Hallgrimsson dengan asosiasi Israel
Hubungan kedua federasi memanas dalam sepekan menjelang laga, setelah Hallgrimsson sebelumnya menyatakan timnya tidak bermain bersama genosida, melainkan melawan genosida. Pernyataan itu memicu tuduhan dari Asosiasi Sepak Bola Israel bahwa sang pelatih menunjukkan sikap tidak tahu, munafik, dan bodoh.
Pada Sabtu, sehari sebelum laga digelar, Hallgrimsson mengakui kata genosida sebenarnya kurang tepat ia gunakan. Pada hari yang sama, kepala komunikasi Asosiasi Sepak Bola Israel, Shlomi Barzel, menyatakan tidak akan meminta maaf atas tanggapan organisasinya, tetapi bersedia menarik kembali sebutan kebodohan terhadap Hallgrimsson.
Latar konflik yang membayangi laga
Ketegangan antara Irlandia dan Israel tidak lepas dari perang Israel-Gaza yang bermula setelah serangan kelompok bersenjata Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 orang. Sebagai balasan, Israel melancarkan operasi militer besar-besaran di Gaza.
BBC News Indonesia dan detikNews mengutip kementerian kesehatan Gaza yang dikelola Hamas, menyebut lebih dari 73.000 orang tewas dalam operasi tersebut, dengan angka yang dinilai dapat diandalkan oleh PBB. Sementara itu, Okezone mengutip laporan kementerian kesehatan Gaza terbaru yang menyebut jumlah korban tewas mencapai 74.018 orang dengan 175.079 orang terluka. Israel berulang kali membantah tuduhan genosida, kejahatan perang, maupun kejahatan terhadap kemanusiaan, dan menyatakan operasi militernya di Gaza merupakan bentuk pembelaan diri sesuai hukum internasional.
Baca jugaYunani Kalahkan Jerman 1-0, Torehkan Sejarah Baru di UEFA Nations League
Laga berikutnya di Serbia
Kedua tim akan kembali bertemu pada 4 Oktober mendatang dalam laga yang berstatus kandang Irlandia, namun digelar di Backa Topola, Serbia, bukan di Stadion Aviva, Dublin. FAI sebelumnya menyebut ada tantangan operasional yang dapat memengaruhi penyelenggaraan laga tersebut jika digelar di kandang sendiri, dan pertandingan itu akan berlangsung tanpa penonton.

