Longsor menimpa area tambang nikel milik PT Kelompok Delapan Indonesia (KDI) di Desa Lameruru, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Selasa (22/9/2026) sore. Insiden ini mengakibatkan empat karyawan perusahaan tewas tertimbun material longsoran, sementara sejumlah pekerja lain berhasil menyelamatkan diri.

Telah terjadi kecelakaan kerja berupa longsor yang mengakibatkan 4 orang karyawan meninggal dunia

AKBP Rico Fernanda, Kapolres Konawe Utara

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan Rico, longsor bermula di kawasan tambang Blok A sekitar pukul 16.40 WITA. Saat itu para karyawan tengah menuntaskan kegiatan produksi serta pengambilan contoh material untuk diuji di laboratorium perusahaan.

Usai pengambilan sampel selesai, tanah di lokasi sempat longsor dalam skala kecil sehingga satu unit ekskavator terbenam. Enam karyawan lantas turun tangan untuk mengeluarkan alat berat tersebut, namun upaya itu terpaksa dihentikan karena jam kerja shift sudah berakhir, sehingga rencana pengeluaran ekskavator ditunda hingga keesokan harinya.

Rico mengungkapkan, ketika tim produksi kembali ke lokasi untuk melanjutkan proses menarik ekskavator dari timbunan, longsor susulan tiba-tiba terjadi dan menimpa pekerja yang berada di sekitar area itu. Sebagian dari mereka berhasil selamat, termasuk operator ekskavator yang sempat keluar dari jebakan tanah, sementara empat lainnya tertimbun dan tidak tertolong.

Longsor terjadi dua kali. Yang pertama hanya kena ekskavator, tapi longsor kedua datang sangat cepat. Dari lima orang yang tertimbun, satu pekerja bisa diselamatkan karena tanah hanya menimbun setengah badan. Sementara empat lainnya tertimbun total.

Saksi pekerja di lokasi kejadian

Terdapat sedikit perbedaan jumlah pekerja yang disebut terkena longsoran kedua antara keterangan polisi dan saksi di lapangan. Rico menyatakan enam orang tertimpa longsor tersebut, sedangkan seorang saksi pekerja menyebut lima orang yang tertimbun material tanah. Meski begitu, kedua keterangan itu sama-sama menyebutkan empat pekerja tewas dan sebagian lainnya selamat.

Proses Evakuasi dan Identitas Korban

Personel piket Polsek Wiwirano yang menerima laporan kejadian segera bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan. Pencarian terhadap para korban berlangsung sejak Selasa sore hingga dini hari Rabu (23/9/2026) pukul 03.00 WITA, sampai akhirnya seluruh korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

Rico menyebutkan keempat korban tercatat sebagai karyawan PT KDI, yakni Brian Yoga Pratama, Peris, Ghea Kurnia Yoga, dan Wayan Juliana Putra.

Penyelidikan Berlanjut

Pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti terjadinya longsor tersebut. Penyelidikan turut diarahkan pada pemeriksaan kelengkapan prosedur keselamatan kerja (K3) yang diterapkan perusahaan di area pertambangan tempat insiden berlangsung, termasuk mekanisme evakuasi alat berat yang sempat terbenam sebelum longsor susulan terjadi.