Ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah memastikan tempat di final nomor individu bulu tangkis Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah mengalahkan unggulan pertama asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dongping, dua gim langsung 21-12, 21-14. Laga semifinal itu berlangsung di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang, Senin (28/9/2026), dan tuntas dalam waktu 35 menit.

Kemenangan tersebut sekaligus memastikan Indonesia membawa pulang setidaknya medali perak dari sektor ganda campuran. Pasangan debutan Asian Games itu kini hanya tinggal selangkah dari emas ganda campuran pertama Indonesia di ajang ini setelah 44 tahun.

Jalannya pertandingan

Amri/Nita langsung mengambil kendali sejak awal laga. Mereka memimpin hingga interval gim pertama dengan skor 11-6, lalu menutup gim itu dengan keunggulan telak 21-12.

Perlawanan lebih ketat muncul di gim kedua. Feng/Huang sempat unggul 3-1, sebelum Amri/Nita berbalik memimpin 4-3. Kedudukan sempat imbang di angka 9-9 dan 10-10, sampai akhirnya pasangan Indonesia kembali unggul 11-10 saat interval dan menutup laga dengan skor 21-14. Menurut JPNN, sempat pula terjadi drama protes dari pasangan China di gim kedua, namun hal itu tidak membuat Amri/Nita goyah.

“Pertandingan dari awal pressure-nya cukup besar buat saya, di awal mereka sedikit goyang daripada kami, tidak ready. Gak tahu lah apa yang mereka rasakan, tapi kami berdua merasa lebih unggul dari sisi perjuangan. Kami lebih fight.”

— Amri Syahnawi, pebulu tangkis ganda campuran Indonesia

Perjalanan menuju final

Sebelum menghadapi Feng/Huang, Amri dan Nita yang berperingkat 15 dunia harus melewati perempat final dengan susah payah melawan wakil Korea Selatan, Jo Song-hyun/Jeong Na-eun, dengan skor 21-9, 12-21, 21-19. Di final, mereka akan menghadapi pemenang semifinal antara pasangan China Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin melawan wakil Taiwan Ye Hong Wei/Nicole Chan.

Nita mengaku sempat menangis begitu laga usai karena tidak menyangka bisa menembus final pada penampilan Asian Games pertamanya bersama Amri.

“Karena sudah lama banget tidak masuk final. Bisa sampai di titik ini sangat tidak mudah bagi kami berdua, dengan yang naik turunnya, awal tahun juga hasil kami jauh banget dari apa yang kami harapkan. Tapi hari ini di Asian Games yang event empat tahun sekali, kami bisa main di final. Itu yang membuat aku lega dan terharu, sangat bersyukur.”

— Nita Violina Marwah, pebulu tangkis ganda campuran Indonesia

Mengapa laga final ini penting

Jika Amri/Nita menang di partai puncak, itu akan menjadi emas ganda campuran pertama Indonesia di Asian Games sejak 44 tahun lalu. Terakhir kali Indonesia merebut emas di sektor ini terjadi pada edisi 1982 di New Delhi, India, lewat pasangan Christian Hadinata/Ivana Lie.

Baca jugaAlwi Farhan dan Leo/Daniel Jaga Asa Indonesia, Emas Beregu Putra Asian Games 2026 Diraih Usai Kalahkan China

Wakil Indonesia lain di semifinal

Selain Amri/Nita, Indonesia menurunkan tiga wakil lain di babak semifinal pada hari yang sama, yakni tunggal putra Alwi Farhan, ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Hasil dari ketiganya berpotensi menambah peluang medali Indonesia di cabang bulu tangkis pada Asian Games 2026.