Para legenda Arsenal yang tergabung dalam North London Legends mengalahkan United Legends, kumpulan mantan bintang Manchester United, dengan skor 3-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (10/10/2026) malam. Thierry Henry bertindak sebagai pelatih tim pemenang.

Laga ekshibisi bertajuk Champions Impact in Jakarta: The Rivalry Returns itu tetap berlangsung sengit. Lima gol tercipta, dan kemenangan Arsenal baru terkunci lewat tendangan bebas Jermaine Pennant pada menit ke-74.

Jalannya pertandingan legenda Arsenal vs Manchester United

United Legends unggul lebih dulu pada menit kelima. Ashley Young menuntaskan umpan Carlos Tevez yang lolos dari jebakan offside. Lima menit kemudian, Emmanuel Adebayor menyamakan skor menjadi 1-1 dari situasi sepak pojok yang dikirim Pennant.

Santi Cazorla membalikkan keadaan menjadi 2-1 lewat umpan Ashley Cole. Menurut Republika, gol itu terjadi pada menit ke-28, sedangkan JPNN mencatatnya pada menit ke-29. Skor tersebut bertahan sampai turun minum, dengan Edwin van der Sar tak mampu menahan tembakan Cazorla.

Pada babak kedua, United Legends menambah tekanan. Radamel Falcao, yang masuk sebagai pemain pengganti, menyamakan skor menjadi 2-2 setelah menerima umpan Antonio Valencia. Republika mencatat gol itu pada menit ke-64, sementara JPNN menyebut menit ke-65.

Pennant kemudian melepaskan tendangan bebas pada menit ke-74 yang gagal diantisipasi Van der Sar. United Legends tidak sanggup membalas pada sisa waktu.

Susunan pemain dan peran Henry

Selain Adebayor, Cazorla, Cole, dan Pennant, North London Legends menurunkan Robert Pires, Gilberto Silva, dan William Gallas. Petr Cech, mantan kiper Arsenal dan Chelsea, mengawal gawang sejak awal laga.

United Legends dipimpin mantan bek dan kapten Manchester United, Rio Ferdinand. Tim itu juga diperkuat Nemanja Vidic, Ryan Giggs, Dimitar Berbatov, dan Antonio Valencia, di samping Van der Sar, Tevez, serta Young.

Menurut Republika, Henry menikmati peran memimpin para legenda dari pinggir lapangan. Ia mengakui kondisi fisik pemain yang tidak lagi muda dan udara Jakarta yang lembap memaksanya menyesuaikan pendekatan agar tim tetap kompetitif.

“Pada akhirnya, semua orang ingin menang. Semua orang turun ke lapangan dan kami tidak menyerah begitu saja dengan mudah dan ramah, lalu kita lihat hasilnya di akhir laga. Semua orang ingin menang.”

— Thierry Henry, pelatih North London Legends

Tanggapan Henry soal suporter dan suasana laga

JPNN melaporkan Henry menghormati penonton yang datang ke stadion. Ia menyebut banyak suporter Manchester United bernyanyi di awal laga, dan suaranya terdengar jelas dari sisi stadion.

“Secara keseluruhan, suasananya sangat bagus. Saya juga senang karena tidak ada pemain yang mengalami cedera serius dalam pertandingan seperti ini. Itu sangat penting.”

— Thierry Henry, pelatih North London Legends

Dengan hasil ini, para mantan pemain Arsenal pulang sebagai pemenang dari duel dua klub besar Inggris yang pernah menjadi salah satu laga paling dinantikan di Liga Inggris.