Polresta Batang, Jawa Tengah, menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus penyerangan bus rombongan Persib Bandung U-18 di Rest Area KM 360B, Kabupaten Batang, pada Minggu (11/10). Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat menyatakan apresiasi atas langkah tersebut pada Selasa (20/10).
Tiga tersangka dan alat bukti perkara
Kapolresta Batang Kombes Pol. Warsono menyebut ketiga tersangka berinisial BPA (33), HH (26), dan MF alias T (26). Menurut dia, ketiganya diduga memiliki peran yang berbeda-beda dan saat ini masih menjalani proses pemeriksaan.
Warsono menjelaskan, penyidik menangani perkara berdasarkan alat bukti yang diperoleh, antara lain keterangan saksi dan rekaman kamera pengawas (CCTV), serta bukti lainnya. Barang bukti diperlihatkan polisi saat pengungkapan kasus di Mapolresta Batang, Senin (19/10).
Ia menegaskan bahwa kepolisian tidak melihat latar belakang kelompok atau identitas suporter dalam menangani kasus ini. Rincian peran masing-masing tersangka dan pasal yang disangkakan belum disampaikan polisi.
“Sejak awal Polresta Batang menangani perkara ini secara profesional, objektif, dan berdasarkan alat bukti, bukan berdasarkan latar belakang kelompok ataupun identitas suporter,”
— Kombes Pol. Warsono, Kapolresta Batang
Penyidikan masih berlanjut
Warsono menambahkan, penyidik masih mendalami keterangan saksi dan bukti yang ada. Tujuannya mengetahui apakah ada pihak lain yang terlibat, sekaligus menentukan peran masing-masing.
“Penyidikan tidak berhenti pada tiga tersangka ini. Kami masih melakukan pendalaman terhadap keterangan saksi, rekaman CCTV, dan bukti lainnya untuk mengetahui kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat serta menentukan perannya masing-masing,”
— Kombes Pol. Warsono, Kapolresta Batang
Kapolresta juga mengingatkan para suporter agar menyalurkan kecintaan kepada klub secara positif, tanpa kekerasan maupun perbuatan yang melanggar hukum.
“Rivalitas cukup selama pertandingan, jangan dibawa ke area lain, apalagi sampai menimbulkan korban,”
— Kombes Pol. Warsono, Kapolresta Batang
Tanggapan Persib
Direktur Youth Development Program Persib Zaenal Arif menyampaikan terima kasih kepada Kapolresta Batang beserta jajaran dalam keterangan yang diterima di Bandung. Ia berharap penanganan kasus terus dikawal sampai tuntas.
Zaenal menilai pengungkapan perkara ini merupakan langkah penting untuk memberi kepastian hukum. Menurut dia, langkah itu juga memperkuat perhatian terhadap keamanan dan keselamatan dalam ekosistem sepak bola Indonesia.
“Selanjutnya, mari kita percayakan proses hukum kepada pihak berwenang,”
— Zaenal Arif, Direktur Youth Development Program Persib
Zaenal turut mengajak seluruh elemen sepak bola, mulai dari pemain, suporter, hingga masyarakat, menjaga sportivitas, ketertiban, dan keselamatan. Ia berharap perbedaan dukungan dipandang sebagai bagian dari kompetisi yang sehat.
Imbauan kepada suporter dan masyarakat
Baik pihak kepolisian maupun manajemen Persib sama-sama menyerukan agar persaingan antarpendukung tidak berujung pada tindak kekerasan. Polisi menekankan bahwa rivalitas semestinya berhenti di lapangan pertandingan, sementara Persib mengajak semua pihak mempercayakan proses hukum kepada aparat yang berwenang.



