Paus Leo XIV meninggalkan Rumah Sakit Gemelli di Roma dan kembali ke Vatikan pada Sabtu (17/10/2026). Kepulangan itu terjadi empat hari setelah pemimpin Gereja Katolik berusia 71 tahun tersebut menjalani operasi pengangkatan kanker di paru-paru kanan.
Tim dokter menyatakan kondisi Paus sudah cukup baik untuk melanjutkan pemulihan di luar rumah sakit, menurut CNBC Indonesia dan CNN Indonesia.
Kepulangan Paus dari Rumah Sakit Gemelli
Menurut CNBC Indonesia, para simpatisan yang menanti di rumah sakit menyambut Paus dengan sorak-sorai dan tepuk tangan. Paus tampak melintasi lobi sambil tersenyum, bersalaman, dan melambaikan tangan.
CNN Indonesia, mengutip Reuters, melaporkan Paus melangkah ke mobil tanpa dipapah. Di tengah jalan ia berhenti sejenak untuk mengobrol dengan Varvara, gadis Ukraina berusia 13 tahun yang sedang berobat kanker di Italia.
Paus kemudian tiba di Vatikan dengan SUV hitam dan melambai lagi kepada kerumunan, tanpa berbicara kepada siapa pun. Sebelum berangkat, misa siang hari digelar Paus di ruang lantai 10 rumah sakit, tempat ia dirawat beberapa hari terakhir.
Penjelasan dokter soal operasi dan pemulihan
Operasi berlangsung pada Selasa (13/10/2026). Dokter mengangkat lobus bawah paru-paru kanan, dan Paus didiagnosis adenokarsinoma paru, jenis kanker paru yang paling umum. Tim dokter menyebut operasi sukses tanpa komplikasi.
Dokter bedah Stefano Margaritora menjelaskan bahwa penyakit itu terdeteksi tanpa direncanakan, ketika Paus menjalani rontgen rutin di area perut. Hasilnya menunjukkan bintik kecil di dasar paru kanan.
“Kondisi klinisnya benar-benar memuaskan”
— Stefano Margaritora, dokter bedah yang menangani Paus Leo XIV
Margaritora memperkirakan Paus butuh sekitar 10 hari lagi untuk pulih sepenuhnya. Ia juga memuji kesungguhan Paus menjalani pemulihan.
Namun, menurut CNN Indonesia, dokter belum membuka besar tumor ataupun apakah sel kanker menjalar ke kelenjar getah bening. Keduanya merupakan penentu utama prognosis. CNBC Indonesia menyebut dokter masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk menentukan langkah medis berikutnya.
Agenda Paus dan rencana lawatan ke Amerika Selatan
Paus mulai kembali menjalankan sebagian tugas. Pada Jumat (16/10/2026), ia menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin dan mendesak gencatan senjata di Oleshky, kota di Ukraina yang dikuasai Rusia.
Tampil di hadapan umum untuk pertama kali setelah operasi, Paus dijadwalkan memimpin doa Angelus bersama peziarah di Lapangan Santo Petrus pada Minggu (18/10/2026), pukul 12.00 waktu setempat.
Vatikan menyatakan persiapan lawatan ke Uruguay, Argentina, dan Peru pada 6–17 November tetap berjalan. Margaritora menilai belum ada alasan medis untuk membatalkannya. Peru punya arti khusus karena Paus pernah sekitar dua dekade menjadi misionaris di sana.
Meski begitu, Sekretaris Negara Vatikan Kardinal Pietro Parolin menyebut Paus mungkin harus menyesuaikan tempo agendanya sesuai kondisi kesehatannya. Menurut CNN Indonesia, sejumlah kardinal lain juga mulai terang-terangan mengungkapkan kecemasan.
Kabar penyakit ini mengejutkan banyak kalangan, sebab Paus relatif muda dan bertenaga, serta baru dipilih pada Mei 2025. Kepausannya kini berjalan 17 bulan.



