Gunung Semeru di Jawa Timur erupsi empat kali pada periode pukul 00.00–06.00 WIB, Minggu (11/10/2026). Kolom abu setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak teramati pada pukul 05:34 WIB, dan status gunung masih Level III atau Siaga.

Empat erupsi pada periode 00.00–06.00 WIB

Menurut iNews, aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali meningkat. Semeru tercatat empat kali erupsi dalam enam jam, berdasarkan laporan pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk periode pukul 00.00–06.00 WIB.

Amplitudo letusan-letusan itu berkisar 20–25 mm, dengan durasi 120–186 detik. Sumber hanya merinci tinggi kolom abu untuk satu dari empat letusan tersebut.

Letusan yang dirinci terjadi pada pukul 05:34 WIB, dengan kolom abu setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 4676 meter di atas permukaan laut. Abu berwarna putih hingga kelabu, pekat, dan bergerak ke arah timur. Petugas PVMBG Agastya Rajendra menyebut seismograf mencatat amplitudo maksimum 25 mm untuk letusan ini, yang berlangsung 131 detik.

Erupsi terpisah pukul 08.31 WIB

Okezone melaporkan letusan lain pada pukul 08.31 WIB, di luar periode pengamatan 00.00–06.00 WIB tadi. Badan Geologi mengamati kolom abu sekitar 800 meter di atas puncak, atau sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut.

Abu putih hingga kelabu itu tampak pekat dan condong ke timur laut. Seismogram merekam amplitudo maksimum 23 mm, dengan lama letusan sekitar 1 menit 59 detik. Badan Geologi menyampaikan informasi tersebut melalui akun media sosial resminya.

Imbauan bagi warga di sekitar Semeru

Gunung Semeru berstatus Level III (Siaga). Masyarakat diminta tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 km dari puncak yang menjadi pusat erupsi.

Selain itu, warga dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan tersebut berpotensi dilanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 km dari puncak.

Warga juga diminta menjauhi area dalam radius 5 km dari kawah atau puncak karena rawan lontaran batu pijar.

Badan Geologi turut mengingatkan potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar pada sungai atau lembah yang berhulu di puncak. Daerah yang disebut adalah Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak sungai dari Besuk Kobokan.

Perbedaan data antarlaporan

Kedua sumber mencatat tinggi kolom abu berbeda karena merujuk letusan yang berbeda, yakni sekitar 1.000 meter pada pukul 05:34 WIB dan sekitar 800 meter pada pukul 08.31 WIB. Ketinggian kolom abu untuk tiga letusan lain pada periode 00.00–06.00 WIB tidak dirinci dalam sumber.

Arah sebaran abu juga berbeda di tiap laporan. Pada letusan pukul 05:34 WIB abu bergerak ke timur, sedangkan pada letusan pukul 08.31 WIB abu condong ke timur laut. Dalam kedua laporan, status gunung tetap Level III.

Hingga berita ini ditulis, sumber yang dirujuk belum memuat informasi tentang korban maupun kerusakan akibat rangkaian erupsi tersebut. Warga di sekitar gunung diminta terus mengikuti arahan resmi dari PVMBG dan Badan Geologi.