Pembalap Yamaha asal Spanyol, Alex Rins, diancam akan dibunuh oleh sejumlah penggemar usai bersitegang dengan petugas lintasan di Sirkuit Mandalika, Lombok, pada gelaran MotoGP Mandalika 2026. Rekaman yang menunjukkan dirinya mengacungkan jari tengah ke arah petugas itu menyebar di media sosial, menurut iNews.
Apa yang terjadi di Sirkuit Mandalika
Insiden itu terjadi seusai sesi latihan pada Jumat (9/10/2026). Rins sebelumnya mengalami kecelakaan di lintasan, lalu terlihat berdebat panas dengan sejumlah marshal.
Kejadian tersebut terekam kamera dan menjadi perhatian publik ketika Rins terlihat mengacungkan jari tengah kepada seorang marshal. Cuplikannya kemudian menyebar di media sosial.
Tindakan itu menuai kritik dari penggemar MotoGP. Sebagian dari mereka bahkan mengirimkan ancaman pembunuhan kepada pembalap tersebut. Rins juga harus memberikan penjelasan kepada pengawas balapan atau steward, menurut iNews.
Penjelasan Rins soal kesalahpahaman
Rins memberikan penjelasan pada Sabtu (10/10/2026), setelah sprint race. Ia mengatakan terjadi kesalahpahaman dengan seorang marshal saat berusaha kembali ke garasi tim Yamaha.
Menurut Rins, seorang marshal memintanya naik ke skuter dan ia mengira akan diantar ke paddock. Setelah itu ia diberi tahu bahwa perjalanan ke paddock tidak bisa memakai skuter tersebut. Situasi itu memicu reaksi emosionalnya, seperti dilaporkan iNews.
JPNN menggambarkan hal serupa. Rins disebut hendak cepat-cepat pulang ke paddock, tetapi muncul ketidaksepakatan tentang kendaraan pengantarnya. Sejumlah marshal sempat menawarkan bantuan, sementara Rins mengaku bingung karena rute menuju paddock tak seperti yang ia bayangkan.
Permintaan maaf pembalap 30 tahun itu
Rins, yang kini berusia 30 tahun, mengaku saat itu sedang tertekan sehingga bereaksi tidak pantas. Ia menyadari tindakannya bisa menjadi contoh buruk bagi penonton, terutama penggemar muda yang menyaksikan kejadian tersebut.
“Saya sadar tindakan itu tidak pantas dan sudah meminta maaf. Banyak penonton muda yang melihat kejadian tersebut, sehingga saya tahu sikap seperti itu bukan contoh yang baik. Saat itu, saya sedang sangat stres”
— Alex Rins, pembalap Yamaha
Hal yang belum diketahui
Sumber yang tersedia tidak menjelaskan lebih rinci bentuk ancaman yang diterima Rins, siapa pengirimnya, atau melalui platform apa ancaman itu disampaikan. Belum ada pula keterangan mengenai tindak lanjut hukum.
Sumber juga tidak memuat keputusan steward atau sanksi dari penyelenggara terkait insiden ini. Pemberitaan akan diperbarui bila ada keterangan resmi dari pihak Yamaha, penyelenggara, maupun pengawas balapan.



