Partai Golkar menegaskan telah menetapkan Prabowo Subianto sebagai calon presiden yang akan diusung pada Pilpres 2029. Calon wakil presiden pendampingnya belum ditentukan. Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Sikap resmi Golkar sejak akhir 2024
Menurut Doli, keputusan mengusung Prabowo merupakan sikap resmi partai berlambang pohon beringin itu. Keputusan tersebut diambil melalui Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) pada akhir 2024. Pilpres 2029 sendiri, menurut Tribunnews, masih tiga tahun lagi, tetapi sejumlah partai sudah mulai bersiap mencalonkan figur masing-masing.
“Sejak tahun akhir 2024, standing position Golkar kan jelas. Bahwa kami menghadapi Pilpres tahun 2029, kami sudah punya calon namanya Pak Prabowo”
— Ahmad Doli Kurnia, Wakil Ketua Umum Partai Golkar
Doli juga menyinggung kemungkinan sikap partai lain. Ia mengaku tidak tahu apakah ada partai yang sudah menyatakan dukungan secara resmi, tetapi Golkar memutuskannya lewat forum Rapimnas. Ia menambahkan, saat ini belum jelas partai mana saja yang akan menjadi pengusung pasangan calon.
Alasan cawapres belum dibahas
Doli memaparkan dua alasan mengapa Golkar belum membicarakan cawapres. Pertama, penentuan pendamping capres perlu dibahas bersama partai-partai pengusung menjelang masa pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kedua, keputusan akhir mengenai figur cawapres berada di tangan calon presiden yang diusung.
Ia menilai tidak etis bila Golkar kini menanyakan soal wakil presiden kepada Prabowo, sebab Presiden sedang berfokus menjalankan pemerintahan. Menurut Doli, pertanyaan semacam itu baru akan muncul di ujung. Karena itu, hingga kini Golkar belum mau berbicara tentang sosok wakil presiden.
Baca jugaKPU Dilaporkan Aliansi Advokat ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Dokumen Palsu Pencalonan Gibran
Fokus mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran
Doli menyebut instruksi internal Golkar saat ini bukan bermanuver mencari cawapres, melainkan mengawal keberhasilan pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Ia meyakini, bila program pemerintah terealisasi dan manfaatnya dirasakan rakyat, langkah mencalonkan kembali Prabowo akan jauh lebih mudah.
“Tugas kami sekarang bukan hanya sekadar mencalonkan Pak Prabowo sebagai presiden. Tapi kami sudah menyampaikan seluruh jajaran untuk membantu menyukseskan pemerintahan Pak Prabowo-Gibran ini agar semua program itu deliver dan masyarakat merasakan manfaatnya”
— Ahmad Doli Kurnia, Wakil Ketua Umum Partai Golkar
Peluang Gibran kembali berpasangan
Terkait peluang Gibran Rakabuming Raka kembali mendampingi Prabowo, Doli mengatakan hal itu masih bisa dipertimbangkan. Syaratnya, pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai berhasil. Dalam kondisi demikian, menurut dia, patut dipertimbangkan untuk merekomendasikan keduanya berpasangan lagi.
Doli menekankan bahwa pembahasan itu belum waktunya. Menurut dia, saat ini yang terpenting adalah bekerja dan menyukseskan pemerintahan lebih dahulu. Golkar, kata dia, sudah memutuskan Prabowo sebagai calon presiden, sedangkan soal wakil presiden dibicarakan nanti.



